Home / IniEkonomi / Maulidin Wakil Ketua Komisi III Tolak Pembangunan Jembatan Nipah-Nipah – Melawai Karena Banyak Mudaratnya
Kawasan Melawai Balikpapan salah satu pusat keramaian aktivitas masyarakat pada sore dan malam hari

Maulidin Wakil Ketua Komisi III Tolak Pembangunan Jembatan Nipah-Nipah – Melawai Karena Banyak Mudaratnya

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pembangunan jembatan Nipah-Nipah – Melawai, Balikpapan yang digagas pemerintah kabupaten PPU dengan melibatkan Balikpapan, provinsi tidak sepenuh dapat diterima.

Wakil Ketua Komisi III DPRD kota Maulidin menolak tegas pembangunan jembatan tersebut. Karena dikhawatirkan akan lebih banyak menimbulkan kerugian besar bagi Balikpapan. Sisi mudaratnya/ negatifnya lebih besar ketimbang manfaatnya bagi masyarakat juga pemerintah Balikpapan.

“Saya secara pribadi menolak keras. Pertimbangan apa? Kami kemarin menerima kunjungan dari DPRD Bangkalan telah terbangun jembatan Suramadu saya tanyakan efek positif dan negatifnya. Setelah terbangun banyak efek negatifnya dari positifnya. Dengan berkaca dan kajian teknis belum pernah dibicarakan akan banyak efek negatif yang akan kita rasakan nanti,”tandasnya (16/2/2016).

Dari sisi ekonomi, kata Maulidin banyak warga yang selama ini mengandalkan penyeberangan ini sebagai sandaran kehidupan seperti penyeberangan speed, klotok, feri dan buruh angkut diperkirakan akan mati.

”Ini sisi negatifnya dan dalam proses pembangunan akan memakan waktu lama lalu siapa jamin tidak terjadi accident untuk keamanan alur pelayanan dan juga keamanan kilang. Ingat jalur pelayaran kita sangat vital dan melintasi yang vital pula,” ujarnya politisi Nasdem dari Dapil Balikpapan Barat ini.

Maulidini lebih menyarankan sebaiknya diselesaikan dulu pembangunan jembatan Pulau Balang yang kini juga belum selesai proses pengerjaannya.

“Kita optimal itu dulu daripada kita membuang dana untuk bangun jembatan yang menurut kami waktunya belum pantas. Ekonomi lagi tahu sekarang keadaan. Lalu posisi efektif jembatan itu akan banyak dinikmati Penajam daripada kita. Mereka yang lebih prospek,” paparnya.

“Lalu siapa lagi bisa menjamin arus pendatang masuk ke Balikpapan selama 24 jam, bagaimanan tingkat kriminalitas, bagaimana memproteknya dan kegiatan –kegiatan negatif lainnya. Yang jelas kita mungkin bisa kalau keadaan ekonomi dan anggaran kita berlebihan,” sambungnya.

Dengan kondisi yang demikian itu, sebanyak pemerintah kota fokus pada perbaikan dan kelengkapan infrastruktur seperti air dan listrik yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Saya rasa itu yang lebih utama kebutuhan dari pada kebutuhan bangun jembatan. Kita masih bisa siasati dengan pembangunan jembatan Pulau Balang dulu,”ucapnya.

Politisi Nasdem ini mengaku selama ini pihak pemerintah kota belum melakukan diskusi dengan DPRD mengenai keterlibatan Balikpapan dalam pembangunan jembatan Nipah-Melawai.

“Kalau kita baca di facebook sudah ada pertemuan dengan investor, gubernur, tapi ke DPRD belum pernah. Lebih baik kita beradu argumen berdasarkan kajian daripada melaksanakan tanpa ada kajian. Akan timbul penyeselan kemudian hari,”imbuhnya.

Dia lebih setuju pembangunan jembatan Pulau Balang dituntaskan lebih dahulu kemudian dibuat perencanaan untuk menyambungkan ke Tanjung Batu –Balikpapan.

“Kalau nggak salah sudah ada kajian lebih memungkin Pulau Balang lalu terkoneksi dengan Tanjung Batu. Kenapa bukan itu yang dipikirkan daripada kita memikirkan keadaan sekarang menurut saya proyek impian yang sebenarnya masih banyak lebih baik kita laksanakan dari pada proyek ini (jembatan Nipah-Melawai),” tukasnya

About andi amir

Check Also

Hingga September Perolehan Pajak Balikpapan Capai Rp346 miliar

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan optimis target perolehan pajak tahun ini sebesar Rp 419 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *