Home / iniHL / Warga Diminta dengan Sukarela Bongkar Barak Eks Lokalisasi Km 17

Warga Diminta dengan Sukarela Bongkar Barak Eks Lokalisasi Km 17

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah kota Balikpapan telah mengirimkan surat permintaan kepada pemilik bangunan tambahan eks lokalisasi Km 17 agar melakukan pembongkaran sendiri.

Dipastikan pemerintah akan melakukan pembongkaran jika warga tidak membongkar bangunan. Karena Kota Balikpapan akan melaksanakan program Kementrian Sosial Republik Indonesia yang menargetkan bebas lokalisasi hingga 2017 mendatang.

“Beberapa minggu yang lalu, kami sudah menyurati mereka meminta penghuni dengan suka rela mulai dari sekarang meninggalkan tempat itu,  dan meminta kepada pemilik bangunan di luar milik Pemkot supaya membongkar sendiri karena sudah tidak lagi sesuai dengan fungsinya,” katanya.

Menurutnya cepat atau lambat, pemerintah kota pasti akan membongkar barak karena sudah tidak ada pilihan lagi,

Zulkifli berharap dengan suka rela para penghuni tempat prostitusi untuk segera meninggalkan tempat sebelum dilakukan pembongkaran. “Kalau tidak meninggalkan tempat dari sekarang, kami khawatirkan akan ada perlawanan yang akn berusuan dengan hukum,” jelasnya

“Tentunya mereka sama dengan melawan hukum kalau melawan. Aparat penegak hukum akan menangkapnya,” sambungnya

Lanjutnya pemkot telah melakukan proses tahapan-tahapan untuk melakukan pembongkaran. Mulai dari pemberian  konpensasi, imbauan hingga surat peringatan.

Zulkif menyebutkan, sebanyak 44 barak prostitusi yang akan dibongkar karena berdiri di atas lahan seluas 2,8 hektare milik Pemkot.  Dengan pembongkaran itu Pemkot juga tidak akan memberikan konpensasi apapun. “Itu sah milik Pemkot, masa  mau bayar milik sendiri,” tegasnya.

Diketahui sejak tahun 1988 silam, pembangunan yang dikelola PT Adang Sumber Urip (ASU) awal ada 25 bangunan yang dipergunakan untuk tempat rehabilitasi. PT ASU mengontrak lahan tersebut hingga 2009.

Seiring dengan perkembangan zaman, bangunan bertambah 19 menjadi 44 bangunan yang ada di LHB itu dan beralih fungsi menjadi lokalisasi. Sejak 2013, para penghuni berjumlah 338 orang sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dipulangkan dan resmi menutup lokalisasi itu.

About andi amir

Check Also

DPRD Minta Pemkot Perioritaskan Pembangunan Kantor Kelurahan Graha Indah di APBD P 2017 atau APBD 2018

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kondisi kantor Kelurahan Graha Indah  yang tidak layak, karena sempit dan mempengaruhi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *