Home / iniFLASH / Ini Cerita Nakoda KM Aviat Samudra Setelah Terombang Ambing 16 Jam di Tengah Laut

Ini Cerita Nakoda KM Aviat Samudra Setelah Terombang Ambing 16 Jam di Tengah Laut

BALIKPAPAN, INIBalikpapan.com  — Selama 16 jam, 10 awak dan 1 nakoda KM Aviat Samudra terombang ambing di laut Sakala, Bagian Utara Lombok setelah kapal mereka tenggalam pada Jumat pagi (2/8/2019).

Nyawa mereka diselamatkan nelayan Manggar Balikpapan KM Restu Alam yang sedang mencari ikan di kawasan itu pada Sabtu dinihari pukul 00.15 wita (3/8) atau setelah 16 jam terombang ambing di luatan.

Mereka bisa bertahan setelah berpegang pada rakit, dan kayu yang ada disekitar kapal tenggelam.  Ditengah ketikpastian ini, 11 awak KM Aviat Samudra ini hanya memakan mie instan dan minum sisa air mineral gelasan saja.

“Kami cuma bisa selamatkan mie bungkus itu ada 7 dan air gelasan ada 10. Tapi kami ini enggak merasa lapar, hanya takut dan kedinginan saja,” cerita Nakoda KM Avait Samudra  Akdin  di Puskesmas Manggar Baru, Balikpapan, Seninn siang (5/8/2019).

Kapal Motor Aviat bermuatan garam 22 ton dan bawang 85 ton, tenggelam karena mengalami kerusakan pada bagian kemudi kapal KM Aviat Samudra dan tenggelam di Laut Sakala bagian Utara Lombok, NTB pada Jumat pagi (2/8/2019). Rute KM Aviat dari Bima, NTB  menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Akdin menceritakan di tengah perjalanan, kapal mengalami patah as kemudi yang menyebabkan air masuk melalui palka sehingga kapal tidak bisa berfungsi. “ABK saya sudah berusaha menguras air yang masuk di kapal, tapi kapal tetap tenggelam pada Jumat pagi jam 08.03 Wita,” tuturnnya.

Awak kapal KM Aviat Samudra ini ditemukan oleh KM Restu Alam  kapal nelayan asal Manggar, Balikpapan, Kalimantan Timur. Setelah perjalanan dua hari, mereka akhirnya berhasil dievakuasi menuju Kota Balikpapan.

Nakoda kapal motor Restu Ibu, M Bahar (44)  mengatakan sebelum menemukan awak Aviat Samudra, pihaknya bersama  dua anggota akan menangkap ikan diperairan Selat Madura.

Namun, saat melintas diperairan Sakala, dirinya melihat sebuah sinar yang memberi kode.

“Kami langusng mendekati sumber cahaya tersebut. Saya dekatilah. Jarak satu lemparan saya tanya mereka kenapa. Sempat takut dan was-was saat mau menolong awak KM Aviat Samudra tersebut, M Bahar memastikan terlebih dahulu barang bawaan yang mereka pegang. Bahkan kami sempat memutari mereka yang sedang berpegangan pada sebuah rakit. Takut kapal kami dibajak,” tuturnya.

“Pas saya yakin mereka aman, saya sama dua temen saya tolong mereka. Mereka hanya ngeluh kedinginan jadi kami kasih kain dan baju yang ada biar hangat,” ceritanya.

Setelah berhasil mengevakuasi 11 awak KM Aviat Samudra, M Bahar dan dua orang temannya akhirnya kembali ke Balikpapan untuk menyelamatkan ke 11 orang tersebut.

“ Sampai di Manggar dermaga kapal Manggar pada Senin pukul 00.30 Wita (5/8). Saya langsung  lapor ke RT kemudian tadi pagi dibawa ke puskesmas Manggar Baru,” ujar warga Selili ini.

11 orang ini telah menjalani pemeriksaan kesehatan selama 6 jam oleh puskesmas Manggar Baru.

Kepala Puskesmas Manggar Baru, dr. Kurnia Nente mengakui sebelas orang dari KM Aviat Samudra kondisinya membaik.

” Kondisi sehat baik hanya mual dan kedinginan. Kita istirahatkan dulu, ” tukas Kurnia Nente.

Print Friendly, PDF & Email

Comments

comments

About andi aa

Check Also

Ciptakan Murid Kritis, Analitis dan Kreatif Guru Harus Mengajar dengan Metode Pembelajaran Aktif

BALIKPAPAN, INIBalikpapan.com — Guru sekolah dasar di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan harus menggunakan metode …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.