10 Calon Jamaah Haji Meninggal, Tunggu Kuota dari Kemenag Pusat

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Kementerian Agama Kota Balikpapan saat ini masih menunggu instruksi resmi terkait pelaksanaan ibadah haji tahun 2021 ini, salah satunya terkait mekanisme pelaksanaan haji selama masa pandemi Covid-19.

Kasi haji dan umroh Kemenag Balikpapan, Masrivani mengatakan pelaksanaan haji merupakan agenda nasional sehingga mekanisme dan kepastian masih menunggu informasi dari pemerintah pusat.

“Tapi intinya tahapan kita persiapan dokumen haji baik paspor yang sudah mati diperpanjang dan saat ini sudah dikumpulkan di kantor kementerian agama,” ujar Masrivani saat diwawancarai awak media, Kamis (8/4/2021).

Dikatakan Masrivani, untuk tahun ini ada 527 kuota jamaah haji asal kota Balikpapan, namun dari jumlah tersebut 10 calon jamaah haji belum melaksanakan suntik vaksin.

“Mereka belum mengikuti vaksin karena ada yang masih diluar daerah, ada juga karena masih baru proses penyembuhan Covid,” katanya.

Meski begitu Kemenag Balikpapan masih menunggu mekanisme dan kuota yang didapat kota Balikpapan, apakah hanya boleh memberangkatkan 20 persen atau 30 persen jamaah haji tahun ini dari jumlah 527 itu. “Kalau secara nasional perkiraan kloter pertama Indonesia 15 juni, jadi paling tidak kalau normal 24 jam sudah masuk karantina di asrama haji, tapi kalau kondisi pandemi ini kita tidak tahu, kuotanya berapa dan belum tahu masa karantina yang kemungkinan akan jadi lebih lama,” jelasnya.

Masrivani menambahkan, untuk saat ini belum ada calon jamaah haji asal Balikpapan yang menyatakan mundur belum ada selama pandemi ini, hanya saja dari 527 calon jamaah ada yang wafat. “Tapi sesuai mekanismenya itu yang sudah diatur sejak 2019, apabila ada calon jamaah haji yang berangkat wafat maka digantikan oleh ahli warisnya,” ucapnya.

Baca juga ini :  Pemkot Balikpapan Belum akan Terapkan Lelang Jabatan

“Dari 527 itu ada 10 yang wafat dan digantikan ahliwarisnya,” tambahnya.

Adapun calon jamaah haji yang berusi lansia pada tahun ini ada sekitar 160 orang, dengan jamaah paling tertua berusia 85 tahun dan termudah 28 tahun.

“Kami masih menunggu panduan dari pusat, mana yang akan diprioritaskan, yang penting saat ini bagaimana caranya kita harus menyiapkan para mental calon jamaah haji yang akan berangkat atau kembali tertunda kalau ada pembatasan kuota,” tutup Masrivani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.