Ratusan Umat Islam Balikpapan Kutuk Donald Trump

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Tak hanya di Jakarta dan daerah lainnya. Aksi membela Palestina juga terjadi di kota Balikpapan. Ratusan umat muslim dari berbagai organisasi islam berunjuk rasa mengutuk Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Dalam orasinya, Wakil Ketua GP Ansor Balikpapan, Topan mengatakan, Resolusi PBB nomor 181 sebagai sumber utama konflik karena Palestina dipaksa mengakui dan menyerahkan 55 persen wilayah kepada Israel.

“Palestina hanya memiliki 35 persen wilayah dan Al Quds atau Yerusalem menjadi pantauan dunia internasional karena kawasan itu merupakan tanah suci bagi tiga agama yakni Islam, Nasrani dan Yahudi,” seru Topan kepada ratusan massa yang terkonsentrasi di simpang 3 Balikpapan Plaza (17/12).

Lebih lanjut, Indonesia secara konstitusi pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Sehingga kemerdekaan itu bukan hak orang Islam saja, Kristen atau Yahudi saja.

“Kalau umat Islam seluruh dunia bersatu, tentunya Israel tidak semena-mena terhadap bangsa Palestina. Dan kita bangsa Indonesia berdiri bersama untuk kemerdakaan Palestina,” tegasnya.

Massa juga menyoroti dilanggarnya Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2334 tertanggal 23 Desember 2016 mengenai garis batas sebelum perang 1967. Termasuk penetapan Unesco bahwa kota tua Al Quds sebagai warisan dunia yang hampir punah.

“Pembangunan terowongan di dekat Masjid Al Aqsa oleh Israel adalah tindakan yang menyerang sentimen keagamaan di dunia dan kami tidak menerima perlakuan atas kompleks situs suci itu,” ucap Topan sembari memekikan takbir.

Massa juga membakar bendera Israel dan poster Donald Trump serta Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu. Jalannya aksi mendapat pengamanan dari personel Sabhara Polres Balikpapan.

Selama aksi digelar berjalan lancar dan tertib sehingga tidak mengganggu jalannya arus lalu lintas di sekitar aksi demo di simpang Balikpapan Plaza. Meskipun saat long march arus lalu lintas sedikit terhambat.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.