Modus Baru Pengiriman CT Disamarkan dengan Buah-Buahan

BALIKPAPAN,  Inibalikpapan.com –Direktur Samapta Polda Kaltim Kombes Pol Thofan Herinoto mengatakan pelaku penyelundupan 2,4 ton CT adalah pemain lama yang kerap mengelabui petugas. 
Kali ini produk haram ini dikemas dalam kotak peti buah-buahan di dalam truk untuk menyamarkan saat diperiksa petugas di pelabuhan. 

” Modus cukup rapi beda dibandingkan dengan kemarin yang kita tangkap.  Kemarin terus terang vulgar begitu kita buka sudah langsung berisi ini,” kata Thofan,  Senin siang (16/9/2019).

Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari laporan masyarakat kepada kepolisian. 
“Alangkah baiknya kalau masyarakat sering menginformasikan Kita sering di kelabui oleh pemain-pemain lama,” ujarnya. 

CT dikemas dalam kotak kayu seperti kotak buah-buahan. Satu kotak berisi 4 karung plastik yang jika diuangkan perkarung plastik seharga Rp1juta. 1 karung plastik besar berisi sekitar 15 liter ” Seluruhnya berat 2,4 ton,” ungkapnya. 

Dari informasi yang diperoleh pemilik barang pengepul berinisial R warga Balikpapan.  

” Yang kita tau dari Palu dibawa kemari. Pengepul inisial R supir juga inisial R. Katanya sih pakai Ekspedisi supirnya. Tapi atas nama R mengakui pemilik tapi kita belum melakukan pemeriksaan mendalam apakah yang punya atau orang suruhan, ” ujarnya. 

Thofan menambahkan sering adanya tangkapan CT ini karena permintaan yang tinggi. Diyakini penyelundupan miras ilegal ini bukan untuk memenuhi kebutuhan tahun baru. 

” Ini kalau ke pasar sebentar aja. Memang banyak permintaan.  Kalau ada tangkapan seperti ini yang senang yang resmi, ” tandasnya 

Kejahatan penyelundupan kerap ditemukan karena dari sisi sanksi hukuman hanya tipiring yakni ancaman 6 bulan penjara. ” Masuk tipiring ancaman 6 bulan penjara, ” tambahnya. 

Sebelumnya beberapa bulan lalu,  Polda Kaltim menggagalkan 12 ton CT asal Manado.

Baca juga ini :  Kendaraan Dinas Balikpapan Dipasang Konverter Kit BBG Oktober 2016

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.