tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang

30 Adegan Diperagakan Dalam Rekonstruksi Tragedi Kanjuruan yang di Gelar Polda Jatim

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar rekonstruksi Tragedi Kanjuruhan di lapangan sepak bola Polda Jatim, Rabu (19/10/2022). Rekontruski tersebut berlangsung tertutup dari awak media.

Dalam rekonstruksi tersebut dilakukan 30 adegan. Delapan adegan diantaranya terjadi di sekitar tribun 13 dan 14. Yakni adegan 18 sampai 25.

Hanya saja, dalam rekontruksi tersebut, tidak ada satu pun tembakan yang mengarah ke tribun penonton. Semuanya diakui jatuh di lintasan lari. Terutama  adegan 19 sampai 25. Yakni adegan penembakan gas air mata.

Terkait penembakan gas air mata yang jatuh dilintasan tidak ke tribun, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menyebut bahwa materi atas penyidikan, hanya penyidik yang bisa menyampaikan.

“Kalau memang tersangka menyebutkan seperti itu (tidak menembak ke dalam tribun penonton), ya itu haknya dia. Mereka kan (tersangka) punya hak ingkar,” katanya di gedung Humas Polda Jatim, usai rekonstruksi, Rabu (19/10/2022).

Kata dia, penyidik tentu punya keyakinan, berdasarkan dari seluruh keterangan para saksi yang dihadirkan, alat bukti. Semua itu, akan dipertanggungjawabkan pada persidangan nantinya.

“Apa yang belum jelas, akan menjadi jelas dalam rekonstruksi ini. Kegiatan ini, tentu akan dimasukkan ke berita acara. Lalu diberikan ke jaksa penyidik,” ujarnya

Deputi Bidang Koordinasi Kemananan dan Ketertiban Masyarakat Kemenko Polhukam RI Armed Wijaya menambahkan, rekonstruksi itu dilakukan atas rekomendasi tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF). Sehingga dapat memperjelas fakta yang terhadi di lapangan saat kejadian.

“Itu berdasarkan bukti yang dimiliki. Seperti CCTV. Rekonstruksi ini, akan membantu tim kejaksaam dalam sidang di pengadilan nanti,” bebernya.

“Juga ada rekomendasi lain yang diberikan TGIPF adalah autopsi korban yang meninggal dunia. Itu untuk memastikan, penyebab para korban yang meninggal dunia,”

Baca juga ini :  Kemenkes Siapkan Website untuk WNA dan WNI yang Vaksin di Luar Negeri agar Terverifikasi Sistem

Rekonstruksi tersebut  mendalami peran tiga tersangka di lapangan yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi dan Komandan Kompi Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman

Suara.com

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.