48 Mahasiswa Jadi Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN, Basuki: Lengkapi Ekosistem Pendidikan Nusantara

Mahasiswa angkatan pertama Universitas Gunadarma IKN dalam kuliah umum yang digelar di Gedung N1 Universitas Gunadarma IKN, Senin (28/09/2026). (foto : Humas Otorita IKN)
Mahasiswa angkatan pertama Universitas Gunadarma IKN dalam kuliah umum yang digelar di Gedung N1 Universitas Gunadarma IKN, Senin (28/09/2026). (foto : Humas Otorita IKN)

NUSANTARA, Inibalikpapan.com – Ekosistem pendidikan tinggi di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memasuki babak baru. Sebanyak 48 mahasiswa menjadi angkatan pertama Universitas Gunadarma IKN, menandai mulai berjalannya aktivitas perguruan tinggi di Nusantara.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut langsung mahasiswa angkatan pertama tersebut dalam kuliah umum di Gedung N1 Universitas Gunadarma IKN, Senin (28/9/2026).

Ke-48 mahasiswa itu berasal dari delapan program studi, yakni Teknik Sipil, Sistem Informasi, Manajemen, Akuntansi, Psikologi, Arsitektur, Ilmu Komunikasi, dan Informatika.

Bagi Otorita IKN, kehadiran Universitas Gunadarma bukan hanya menambah satu institusi pendidikan. Kampus tersebut diposisikan sebagai bagian dari pembangunan ekosistem perkotaan Nusantara yang mencakup pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

“Dengan adanya Gunadarma, ini (perguruan tinggi) akan melengkapi ekosistem pendidikan dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga universitas. Mudah-mudahan ekosistem perkotaan di IKN akan makin lengkap,” kata Basuki, dalam siaran pers Otorita IKN.

Namun, pengembangan pendidikan tinggi di IKN tidak berhenti pada kegiatan perkuliahan. Universitas Gunadarma, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dan Otorita IKN mulai membangun kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, kesehatan, penelitian, dan teknologi.

Salah satu agenda yang disiapkan adalah pendirian Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Kedokteran Universitas Gunadarma di IKN dengan pendampingan FKUI.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan pada pengembangan konsep One Health, yang mempertemukan perspektif kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan dalam satu ekosistem.

Rektor Universitas Gunadarma E.S. Margianti mengatakan pengembangan kampus di IKN akan dilakukan secara bertahap. Menurutnya, fasilitas kampus N1 yang terdiri dari tiga bangunan juga akan terus dikembangkan.

“Kami bersama FKUI dan Otorita IKN akan bersama-sama mengupayakan pengembangan PSDKU untuk program studi kedokteran di IKN,” ujar Margianti.

Ia menegaskan, pengembangan program kedokteran di IKN juga diarahkan untuk mencapai standar akreditasi unggul seperti program kedokteran Universitas Gunadarma di Jakarta.

“Di Jakarta, program kedokteran kami sudah terakreditasi unggul, yang baru ini juga harus berkembang dan terakreditasi unggul,” katanya.

IKN Disiapkan Jadi Living Laboratory

Dekan FKUI Anna Rozaliani melihat IKN memiliki peluang lebih besar daripada sekadar menjadi lokasi berdirinya kampus baru.

Menurut Anna, perkembangan Nusantara dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus penelitian dalam skala perkotaan. Karena itu, kerja sama dengan Universitas Gunadarma dan Otorita IKN diarahkan untuk membangun konsep living laboratory.

“Kita tidak hanya membangun institusi, tetapi juga ekosistem. Mudah-mudahan di IKN kita dapat bekerja sama dalam penelitian living laboratory yang mencakup pendidikan, penelitian, dan inovasi, sehingga menjawab permasalahan masyarakat,” ujar Anna.

Konsep tersebut menempatkan perkembangan IKN sebagai ruang nyata untuk menguji dan mengembangkan gagasan di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, serta inovasi.

Kuliah umum tersebut digelar secara hybrid dan disiarkan melalui UGTV. Kegiatan diikuti ratusan peserta dari kampus Universitas Gunadarma di Jakarta, Bekasi, Tangerang, Depok, kampus UBE di Prancis, serta IKN.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Gunadarma E.S. Margianti, Dekan FKUI Anna Rozaliani, serta perwakilan sejumlah perguruan tinggi mitra.

Lima Mahasiswa Lokal Terima Beasiswa

Di tengah dimulainya pendidikan tinggi di Nusantara, masyarakat lokal juga mendapat ruang melalui program beasiswa Universitas Gunadarma.

Lima mahasiswa asal wilayah sekitar IKN menjadi penerima beasiswa. Salah satunya Muhammad Latif, mahasiswa Teknik Sipil asal Penajam Paser Utara.

Latif menyadari bahwa angkatan pertama memiliki posisi berbeda karena menjadi kelompok mahasiswa yang membuka perjalanan Universitas Gunadarma di IKN.

“Kami menjadi salah satu angkatan yang menjadi role model bagi adik kelas ke depannya,” ujarnya.

Ia menargetkan capaian akademik tinggi sekaligus ingin mengembangkan diri sebagai inovator muda yang dapat memberikan kontribusi bagi Indonesia, khususnya kawasan IKN.

“Rencana kami di bidang akademik tentu ingin mendapatkan IPK 4 dan menjadi salah satu inovator muda yang dapat berkontribusi besar di Indonesia, terutama di daerah Ibu Kota Nusantara,” katanya.

Kehadiran 48 mahasiswa tersebut menjadi langkah awal bagi pengembangan pendidikan tinggi di Nusantara. Di sisi lain, kolaborasi Gunadarma, FKUI, dan Otorita IKN menunjukkan arah pengembangan kampus yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik, tetapi juga riset, kesehatan, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan demikian, kampus pertama di IKN mulai dibangun bukan hanya sebagai tempat belajar mahasiswa, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pengetahuan yang diharapkan ikut membentuk perkembangan kota Nusantara.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses