7 Rekor dan Catatan Gila Usai Timnas Indonesia Hancurkan Bangladesh 9-2

Mitchell Lee Baker
Mitchell Lee Baker (foto : PSSI)

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Kemenangan telak Timnas Indonesia atas Bangladesh dengan skor 9-2 pada FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar pesta gol.

Laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, tersebut melahirkan sejumlah catatan menarik. Indonesia bahkan harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk memastikan keunggulan produktivitas atas Malaysia dan mengamankan tiket ke final.

Berikut sederet rekor dan catatan penting dari kemenangan dramatis tersebut.

1. Mitchell Baker Cetak Lima Gol

Nama Mitchell Baker menjadi sorotan utama.

Penyerang Indonesia tersebut memborong lima gol dalam satu pertandingan. Baker mencetak gol pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7.

Lima gol dalam satu laga membuat Baker menjadi pemain paling menentukan dalam pesta gol Indonesia.

Gol kelimanya bahkan tercipta pada penghujung pertandingan dan menjadi salah satu gol paling penting karena memastikan Indonesia unggul dalam produktivitas gol atas Malaysia.

2. Indonesia Cetak 9 Gol

Indonesia mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan.

Jumlah tersebut menunjukkan produktivitas luar biasa Garuda sekaligus menjadi salah satu kemenangan dengan margin terbesar dalam sejarah penampilan Indonesia di turnamen regional.

Indonesia mencetak enam gol pada babak pertama sebelum menambahkan tiga gol pada penghujung babak kedua.

3. Tiga Gol Tercipta di Pengujung Laga

Drama terbesar terjadi setelah pertandingan memasuki menit ke-90.

Luke Vickery mencetak gol pada menit ke-90 untuk membuat skor menjadi 7-1.

Bangladesh kemudian memperkecil ketertinggalan menjadi 7-2.

Indonesia belum berhenti.

Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6 sebelum Mitchell Baker menutup pesta gol dengan gol pada menit ke-90+7.

Tiga gol tercipta pada periode akhir pertandingan.

4. Baker Mengakhiri Laga dengan Lima Gol

Dari sembilan gol Indonesia, lima di antaranya menjadi milik Baker.

Artinya, Baker menyumbang lebih dari separuh total gol Indonesia dalam pertandingan tersebut.

Kontribusi tersebut membuat Baker menjadi figur sentral dalam keberhasilan Indonesia melewati fase grup.

5. Indonesia Habiskan 11 Gol di Fase Grup

Setelah melalui seluruh pertandingan Grup A, Indonesia mengoleksi 11 gol dan hanya kebobolan dua gol.

Indonesia mengumpulkan 7 poin dan finis di posisi teratas Grup A.

Malaysia juga mengoleksi tujuh poin, tetapi Indonesia unggul dalam produktivitas gol.

6. Indonesia Lolos ke Final dengan Drama Produktivitas Gol

Pertandingan melawan Bangladesh menjadi sangat penting karena Indonesia dan Malaysia sama-sama bersaing memperebutkan posisi teratas.

Malaysia mengalahkan Singapura 6-0.

Situasi tersebut membuat Indonesia harus terus mengejar produktivitas gol.

Garuda akhirnya mencetak sembilan gol dan memastikan posisi teratas Grup A.

Dengan hasil tersebut, Indonesia berhak melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

7. Bangladesh Menelan Kekalahan 9-2

Kekalahan 9-2 menjadi salah satu hasil paling menyakitkan bagi Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, secara historis Bangladesh pernah mengalami kekalahan yang lebih besar, yakni 0-9 dari Jepang pada 1979 dan 0-9 dari Iran pada 1982.

Karena itu, skor 9-2 bukan kekalahan terbesar sepanjang sejarah Bangladesh, tetapi tetap menjadi salah satu kekalahan dengan jumlah kebobolan terbesar mereka dalam periode terkini.

Malam yang Sulit Dilupakan di GBK

Sembilan gol, lima gol Mitchell Baker, tiga gol pada penghujung pertandingan, persaingan produktivitas dengan Malaysia, hingga tiket final menjadi rangkaian drama yang membuat kemenangan Indonesia atas Bangladesh begitu istimewa.

Indonesia tidak hanya menang 9-2. Garuda juga memastikan tiket final melalui salah satu laga paling dramatis di FIFA ASEAN Cup 2026.

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses