Piratno Perwakilan Pengembang Grand City

Akses Jalan Perumahan Telah Dibuka, Pengembang Grand City : Menunggu Mediasi Selanjutnya

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Setelah sempat ditutup jalan masuk ke Perumahan Grand City, Rabu (02/02/2022() kemarin, akibat adanya sengketa lahan, mulai hari ini sudah dibuka kembali.

“Kami bersyukur akhir hari ini sudah bisa dibuka kembali untuk jalan itu,” ujar Piratno Perwakilan Pengembang Grand City kepada awak media pada Kamis (03/02/2022)

Menurutnya penutupan jalan telah menganggu warga yang tinggal di dalam kompleks perumahan elit. Karena jalan tersebut merupakan faslitas umum yang digunakan warga untuk keluar masuk.

“Kami sih mengimbau jangan ada penutupan dulu maisng-masing pihak bersabar terkait hal tersebut karena ini akan menganggu ketertiban umum karena jalan disana adalah fasilitas umum yang sudah digunakan warga yang ada disana,” ujarnya

Dia meminta agar pihak-pihak yang bersengketa untuk bersabar menunggu penyelesaian dari Badan Petanahan Nasional (BPN). Karena terjadi sengketa dengan SInarmas selaku pengembang.

”Kami mengimbau agar setiap pemilik sertifikat yang ada mari kita sama-sama meminta keterangan kepada BPN, dalam hal ini yang menerbitkan BPN karena semua sertifikat itu sudah diakui BPN,” ujarnya.

Kata dia, akan dilakukan media lanjutan. Karena pada mediasi sebelumnya belum ada titik temu.Karena adanya sertifikat ganda  (overlap). Kemudian akan dilakukan pengukuran ulang oleh BPN.

“Kami sedang menunggu mediasi selanjutnya. Karena dalam mediasi ke lima di BPN tanggal 20 Januari 2022 atas semua tanah yang overlap disana masih ada yang belum setuju terkait dengan apa yang disampaikan BPN,” ujarnya

“Karena disampaikan dalam mediasi kelima kemarin untuk tanah dari sertifikat Sinarmas itu ada overlap dengan tanah Ibu ekaningsih kemudian juga ada overlap dengan tanak Pak Yopi itu untuk satu sertifikat.”

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.