Anak Putus Sekolah di Balikpapan Belajar Public Speaking, Kepercayaan Diri Dibangun Kembali

Foto: Kegiatan Derma Nusantara dan Pepelingasih Mengajar Volume 4 di Balikpapan.
Kegiatan Derma Nusantara dan Pepelingasih Mengajar Volume 4 di Balikpapan, Jumat (2/10). Foto: Inibalikpapan/Samsul

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com — Anak putus sekolah di Balikpapan mendapat kesempatan kembali belajar melalui pelatihan public speaking dalam kegiatan Derma Nusantara dan Pepelingasih Mengajar Volume 4. Bukan sekadar belajar berbicara di depan orang lain, pelatihan ini diarahkan untuk membangun keberanian dan kepercayaan diri mereka menatap masa depan.

Kegiatan tersebut digelar melalui kolaborasi PKBM Kejuruan Terbuka, PT PLN Nusantara Power dan DPD Pepelingasih Provinsi Kalimantan Timur.

Pemerintah Kota Balikpapan mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan ruang bagi anak-anak yang sempat terhenti dari pendidikan formal untuk kembali belajar dan mengembangkan kemampuan.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, pendidikan merupakan hak setiap anak. Karena itu, anak yang sempat putus sekolah tetap perlu mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan.

“Anak-anak yang karena satu dan lain hal sempat terputus sekolahnya tidak boleh kehilangan harapan. Mereka tetap memiliki potensi yang sama besarnya untuk sukses, mandiri, dan berkontribusi bagi kemajuan daerah apabila terus diberikan ruang dan kesempatan,” kata Bagus, Jumat (2/10/2026).

Public Speaking untuk Membangun Keberanian

Menurut Bagus, kemampuan berbicara di depan umum bukan hanya berkaitan dengan cara menyampaikan gagasan. Keterampilan tersebut juga dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk melatih keberanian, kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi.

Melalui pelatihan ini, peserta didorong untuk berani mengekspresikan diri dan menyampaikan ide secara positif.

“Melalui pelatihan ini, kita harapkan anak-anak dapat belajar mengekspresikan diri dengan baik, berani menyampaikan ide-ide positif, serta kembali membakar semangat untuk terus menimba ilmu demi masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.

Pesan yang disampaikan kepada peserta juga sederhana: pengalaman putus sekolah tidak harus menjadi akhir dari perjalanan belajar.

Bagus meminta para peserta tidak berkecil hati dengan tantangan yang pernah mereka hadapi serta memanfaatkan kesempatan belajar dari para mentor.

“Jadikan kesempatan hari ini sebagai batu loncatan. Jangan pernah merasa berkecil hati dengan tantangan yang pernah kalian hadapi di masa lalu,” pesannya.

Pelatihan Diharapkan Tidak Berhenti Sekali

Bagus berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dengan melibatkan lebih banyak pihak.

Menurutnya, semakin banyak dukungan yang diberikan, semakin terbuka kesempatan bagi anak-anak muda untuk meningkatkan kemampuan. Dukungan tersebut juga penting untuk membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Pemkot Balikpapan juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara, mentor dan para donatur yang mendukung kegiatan tersebut.

“Semoga sinergi seperti ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi lembaga-lembaga lain untuk ikut serta membangun kualitas sumber daya manusia di Balikpapan,” kata Bagus.

Bagus kemudian membuka secara resmi kegiatan Derma Nusantara dan Pepelingasih Mengajar Volume 4: Pelatihan Public Speaking.

Bagi anak-anak yang sempat kehilangan kesempatan belajar, pelatihan seperti ini menjadi salah satu ruang untuk kembali membangun kepercayaan diri dan menemukan potensi.

Kesempatan kedua tidak menghapus masa lalu. Namun, dukungan dan kesempatan belajar dapat membuka jalan bagi anak-anak tersebut untuk menentukan langkah berikutnya.***

Penulis: Samsul
Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses