Ancaman Super El Nino Mengintai Juli, Komisi XI DPR Desak Bulog Intim dengan Petani dan Setop Mindset ‘Asal Simpan’ Barang
YOGYAKARTA, Inibalikpapan.com — Perum Bulog diserukan untuk segera merombak pola kerja usang dan bergerak lebih progresif dalam menjaga benteng stabilitas ketahanan pangan nasional.
Ancaman nyata fenomena cuaca ekstrem berupa Super El Nino yang diprediksi bakal memukul sektor produksi pertanian dalam negeri dalam beberapa bulan ke depan wajib diantisipasi lewat skenario mitigasi yang matang.
Ketegasan tersebut ditekankan oleh Anggota Komisi XI DPR RI, Musthofa, usai melakukan peninjauan mendalam ke fasilitas gudang penyimpanan Perum Bulog di wilayah Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).
Bulog Daerah Harus Paham Peta Lumbung Pangan Jalur Hulu
Politisi Senior PDI Perjuangan ini mengingatkan agar para kepala divisi regional (divre) Bulog di setiap daerah tidak sekadar duduk manis menerima laporan administratif atau memperlakukan gudang negara layaknya tempat penitipan barang pasif.
Bulog dituntut turun ke lapangan guna memahami peta jalur potensi lumbung pangan lokal secara mendalam.
“Saya minta dengan sangat, kepala Bulog di daerah jangan hanya tahu menerima dan menyimpan barang di dalam gudang saja. Bulog harus proaktif mengintegrasikan informasi hulu,”ujarnya
“Pantau kondisi riil petani di sawah, cek pergerakan harga gabah kering, hingga amati jalur distribusi pupuk subsidi dari Kementerian Pertanian. Ini krusial untuk mengukur kesejahteraan petani sekaligus mengunci pasokan cadangan kita,” tambahnya
Siaga Kritis Juli-Agustus: Parlemen Garansi Dukungan Anggaran Cadangan
Merespons kekhawatiran publik terkait potensi bencana kekeringan panjang akibat hantaman Super El Nino, Musthofa mengevaluasi bahwa kondisi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini masih bertengger di zona aman. Kendati demikian, ia mewanti-wanti bahwa titik kritis penurunan produksi akan mulai terasa pada medio Juli hingga Agustus 2026.
DPR RI menegaskan kesiapannya untuk mengawal penuh dari sisi regulasi fiskal jika pemerintah membutuhkan injeksi anggaran mendesak demi menyelamatkan stabilitas pangan hulu ke hilir.
“Secara akumulasi stok beras kita menghadapi dampak El Nino nanti masih cukup aman. Namun, kuncinya ada pada dua hal: kelancaran distribusi yang adil antar-wilayah dan kapasitas kemampuan daerah dalam menyetok barang dalam jumlah besar. Ketahanan menyetok barang ini harus benar-benar tebal, jadi apabila sewaktu-waktu Super El Nino menghantam, rakyat tidak akan menjerit akibat lonjakan harga,” tegasnya.
BACA JUGA
