Asap Mulai Terasa di Balikpapan, Jarak Pandang Sempat 3 Kilometer
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Asap akibat meningkatnya titik panas (hotspot) di sejumlah wilayah Kalimantan Timur mulai terpantau memengaruhi kondisi udara di Balikpapan, kamis (24/9/2026).
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengatakan peningkatan hotspot di Kalimantan Timur menjadi salah satu indikator yang perlu diwaspadai karena berpotensi meningkatkan konsentrasi asap di sejumlah wilayah, termasuk Balikpapan.
Berdasarkan pemantauan dalam 24 jam terakhir, tercatat sebanyak 1.260 hotspot dengan kategori rendah, sedang, hingga tinggi di Kalimantan Timur. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sekitar 544 titik.
“Dengan banyaknya titik panas yang terjadi di Kalimantan Timur, indikasinya asap juga meningkat. Mudah-mudahan asap tidak terjadi di lingkungan kita,” kata Ferdinan.
Menurut dia, sejumlah hotspot terbesar terpantau berada di Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur. Kondisi tersebut memungkinkan asap terbawa angin menuju wilayah lain, termasuk Balikpapan.
Selain berasal dari wilayah Kalimantan Timur, asap juga berpotensi merupakan kiriman dari provinsi lain seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Ferdinan menjelaskan, kondisi angin pada pagi hari turut memengaruhi pergerakan asap. Angin darat yang bergerak dari utara menuju selatan dapat membawa asap dari wilayah yang mengalami kebakaran.
“Pada pagi hari biasanya angin daratan muncul dari utara menuju selatan. Ini memungkinkan asap dari daerah yang terdampak kebakaran terbawa ke wilayah lain,” ujarnya.
Jarak Pandang Sempat 3 Kilometer
Kondisi asap juga sempat terlihat dari pemantauan jarak pandang di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan.
Ferdinan menyebut, berdasarkan laporan pengamatan sekitar pukul 07.00 WITA, jarak pandang sempat berada di angka 3 kilometer. Namun, kondisi tersebut kemudian membaik seiring meningkatnya intensitas sinar matahari.
“Laporan pukul 07.00 tadi pagi, jarak pandang sempat 3.000 meter. Sekarang sudah mulai lebih dari 5 kilometer,” jelasnya.
Ia mengatakan, jarak pandang biasanya berangsur membaik ketika matahari mulai bersinar dan kondisi atmosfer mendukung penyebaran asap.
Sementara itu, berdasarkan pemantauan kualitas udara, kondisi Balikpapan masih berada dalam kategori yang memungkinkan masyarakat beraktivitas di luar ruangan.
Ferdinan menyebut terdapat sejumlah alat pemantau kualitas udara PM2,5 yang tersebar di Kalimantan Timur. Dari data yang diterimanya, kondisi Balikpapan masih berada pada rentang sekitar 60 hingga 90.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau menggunakan masker, terutama ketika aktivitas dilakukan di luar ruangan dan kondisi asap mulai terasa.
“Untuk Balikpapan masih bisa beraktivitas di luar. Tetapi untuk sekarang sudah bisa menggunakan pelindung, seperti masker, karena asap mulai masuk,” katanya.
Ferdinan menambahkan, kondisi cuaca Balikpapan diperkirakan berawan hingga cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 5–10 meter per detik. Kondisi cuaca dan arah angin tersebut akan turut menentukan pergerakan asap dalam beberapa jam ke depan.***
Penulis : Samsul
Editor : Ramadani
BACA JUGA
