Balikpapan Dorong Sport Tourism untuk Perluas Pasar Wisatawan

Kepala Disporapar Balikpapan Ratih Kusuma menyatakan pihaknya berkoordinasi intensif dengan semua cabang olahraga (cabor). Tujuannya untuk menyusun strategi dan memastikan kebutuhan teknis maupun non-teknis terpenuhi. (Foto: Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan mulai memperkuat pengembangan wisata berbasis olahraga atau sport tourism sebagai salah satu peluang memperluas pasar pariwisata daerah. 

Letak kota yang strategis serta dukungan akses transportasi dan akomodasi dinilai menjadi modal untuk menggelar lebih banyak agenda olahraga berskala regional hingga internasional.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan pengembangan sport tourism menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata.

“Yang kita mau kembangkan sport tourism ke depan. Letaknya juga strategis, fasilitas akomodasi dan transportasi mudah di Balikpapan,” kata Ratih, Rabu (23/9/2026).

Menurut Ratih, konsep wisata olahraga dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan peserta dari luar daerah maupun mancanegara. Kehadiran peserta dalam sebuah agenda olahraga juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor lain, seperti hotel, restoran, transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Dengan kegiatan olahraga, orang datang bukan hanya untuk bertanding. Mereka juga bisa menikmati destinasi yang ada di Balikpapan,” ujarnya.

Ratih menyebut, Balikpapan memiliki keuntungan dari sisi konektivitas. Penerbangan dari dan menuju Balikpapan terhubung dengan sejumlah kota dan negara melalui Brunei Darussalam, Malaysia, serta Singapura.

“Kita ada penerbangan langsung melalui Brunei, rutin Rabu dan Sabtu. Kemudian Malaysia dan Singapura,” jelasnya.

Kondisi Kabut Asap

Konektivitas tersebut selama ini juga mendukung kedatangan wisatawan mancanegara. Ratih mengatakan kunjungan wisatawan asing masih berlangsung, meskipun saat ini sejumlah wilayah di Kalimantan Timur menghadapi kondisi kabut asap.

“Tadi kita menjemput, menerima tamu sekitar 20 orang dari Italia,” katanya.

Menurut dia, wisatawan mancanegara yang datang ke Balikpapan memiliki beragam kepentingan. Selain berwisata, ada yang melakukan penelitian, menikmati ekowisata, wisata bahari, hingga mengunjungi kawasan mangrove.

Sementara itu, wisatawan nusantara yang datang ke Balikpapan masih banyak berkaitan dengan kegiatan meeting, incentive, convention and exhibition (MICE).

“Belum ada (gangguan). Masih normal pelaksanaannya,” ujar Ratih.

Meski aktivitas pariwisata masih berjalan, Ratih meminta wisatawan maupun masyarakat yang melakukan kegiatan luar ruang tetap memperhatikan kondisi kesehatan, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan.

Hal itu juga berlaku bagi peserta kegiatan olahraga. Menurut Ratih, peserta tidak perlu memaksakan diri ketika kondisi tubuh tidak memungkinkan mengikuti kegiatan hingga selesai.

“Kalau tidak kuat, silakan ke water station terdekat. Itu juga bentuk perhatian dalam kegiatan yang dilaksanakan,” katanya.

Ratih menilai pengembangan sport tourism dapat menjadi bagian dari diversifikasi pariwisata Balikpapan. Agenda olahraga dapat dikemas dengan pengalaman wisata sehingga peserta tidak hanya mengikuti pertandingan, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal potensi kota.

“Balikpapan punya fasilitas akomodasi dan transportasi yang mudah. Ini yang bisa kita manfaatkan untuk mengembangkan sport tourism,” pungkasnya.***

Penulis : Dani

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses