Site icon IniBalikpapan.Com

Belum Ditemukan Kasus Rabies di Balikpapan, Ratusan Kucing dan Anjing Divaksin Rabies

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com— Ratusan pemilik hewan piaran kucing dan anjing memanfaatkan peringatan Hari Rabies Seduni 2019 untuk mendapatkan vaksinas rabies grats dari Balai Karantina Pertanian Balikpapan, di lapangan Merdeka, Minggu pagi (29/9/2019).

Memanfaatkan car free day,  Kementerian Pertanian dalam vaksinasi gratis ini menyiapkan 1100-1200 vaksin gratis kepada masyarakat pemiliki hewan bercakar ini.

Dalam acara ini Karantina Pertanian Balikpapan bekerjasama dengan Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur, Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Balikpapan, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Balikpapan, dan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Kaltim.

Turut hadir dalam acara ini Gubernur Kalimantan Timur, yang diwakili oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur H. Dadang Sudarya, MMT dan Walikota Balikpapan H. Rizal Effendi.

Kepala Balai Karantina Pertanian Balikpapan  Abdul Rahman mengatakan selam program ini disosialisasikan, terdaftar 800 pemilik hewan berkuku tajam yang mendaftarkan vaksinasi secara online. Dari 800 pendaftar, 600 diantaranya pemilik hewan kucing. vaksin diberikan secara gratis, jika melakukan vaksin sendiri maka kocek yang dibutuhkan antara 150-250 ribu pervaksin.

Rahman menyebutkan hingga saat ini hanya beberapa daerah yang sudah bebas dari rabies dengan vaksinasi, diantara yaitu Provinsi DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

“Hal ini menjadi perhatian bersama Badan Karantina dengan Instansi terkait, baik di daerah maupun provinsi. Upaya Pengendalian penyakit Rabies dapat melalui peningkatan pengawasan lalu lintas Hewan Penular Rabies (HPR),  dimana HPR yang akan dilalulintaskan harus memiliki titer antibodi yang protektif, untuk itu perlu dilakukan vaksinasi secara rutin dan berkelanjutan”, jelas Abdul Rahman.

Dia menyebutkan ada beberapa strategi dalam upaya pengendalian penyakit Rabies, salah satunya yaitu fokus pada lokasi tertular dan vaksinasi secara berkelanjutan.

 “Selain itu juga perlu penguatan koordinasi dan kerjasama instansi terkait untuk mengendalikan rabies di Kalimantan Timur,” tandasnya.

Wali kota Balikpapan Rizal Efendi mengatakan meskipun di Kaltim angka rabies sebenyak 3000 namun di Balikpapan belum ditemukan kasus rabies. “Tetapi harus waspada karena ada gigitan yang seperti itu terutama di wilayah kita memang ada 400 lebih tahun 2018. Inikan harus tetap dihindari kalau bisa kita hindari kasus gigitan walaupun tidak rabies,” ungkapnya.

Target Provinsi untuk bebas rabies pada 2028 sedangkan dunia ditargetkan bebeas rabies pada 2030 mendatang.

Pihaknya juga mengapresiasi kepada Balai Karantina Pertanian Kelas I Balikpapan beserta instasi lainnya sehingga terwujudnya kegiatan ini.

“Sangat baik tadikan ditemukan dah 4 tahun piara anjing tapi belum pernah disuntik. Minimal vaksinasi setahun sekali. Jadi bangun kesadaran cinta binatang sudah tapi dikira itu sudah selesai persoalan padahal binatang anjing,kucing dank era punya potensi menyebarkan rabies,” jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan jangan berhenti sampai disini, dan masih ada keberlanjutan sehingga Kota Balikpapan  bebas rabies untuk menopang calon ibukota negara yang baru sehingga menjadi kota yang aman untuk dihuni.

Berdasarkan data dari Provinsi Kalimantan Timur tercatat hingga tahun 2018 terdapat sekitar 89.000 ekor populasi hewan penular rabies dengan jumlah kasus gigitan sekitar 1.276 kasus.

Antusiasme masyarakat pada acara ini cukup besar, terlihat dari begitu banyaknya yang mendaftarkan hewannya untuk dilakukan vaksinasi. Sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Rabies menjadi pelengkap dalam peringatan World Rabies Day ini.

Kegiatan seperti inilah yang diharapkan mampu menjalin  kerjasama secara berkelanjutan antar intansi terkait dalam upaya mengendalikan Penyakit Rabies.

Rabies adalah penyakit hewan yang berbahaya menyerang semua hewan berdarah panas dan dapat menular ke manusia atau biasa disebut dengan zoonosis.

Data World Health Organization (WHO) rabies terjadi di 92 negara dan bahkan bersifat endemik di 72 negara. Kejadian penyakit rabies pada hewan maupun manusia hampir selalu diakhiri dengan kematian sehingga akibatnya penyakit ini menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran serta keresahan bagi masyarakat

Comments

comments