Tangkapan layar video penjelasan Ustadz-Abdul Somad soal zakat fitrah youtube

Berikut Pernyataan Mendagri Singapura Terkait Penolakan Masuk UAS

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Singapura akhirnya angkat bicara soal polemik penolakan masuk Ustad Abdul Somad (UAS) ke negara tersebut.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri)  Singapura K Shanmugam mengatakanm bahwa UAS sudah lama berada dalam radar pemantauan otoritas Singapura.

UAS disebut telah memengaruhi dan meradikalisasi sejumlah warga “Negeri Singa”. UAS ditolak masuk saat tiba di Terminal Feri Tanah Merah, Singapura, Senin 16 Mei 2022.

Kasus penolakan UAS masuk ke Singapura  berbuntut panjang. Hingga kini pro dan kontra mengenai hal tersebut masih ramai dibicarakan masyarakat dalam negeri.

Umat Islam yang tergabung dalam Pembela Syariah Islam (Perisai) berbondong-bondong menyambangi Kedutaan Besar Singapura pada Jumat (20/5/2022).

Mereka menuntut pemerintah Singapura meminta maaf karena telah menolak UAS masuk ke negaranya.

Menyadur Channel News Asia, berikut beberapa pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Singapura, K Shanmugam terkait alasan penolakan UAS masuk Singapura

1. UAS Menyebarkan Ajaran Ektremis dan Segregasi

Kementerian Dalam Negeri Singapura mengatakan bahwa UAS telah dikenal sebagai pemuka agama yang menyebarkan ajaran ektremis dan segregasi. Menurut mereka, hal inilah yang tidak dapat diterima oleh masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura.

2. Ancaman Serangan 9/11

Tekait penolakan yang dilakukan oleh Pemerintah Singapura, media sosial diramaikan dengan tagar #boikotsingapura hingga adanya ancaman-ancaman lainnya.

Mendagri Singapura, K Shanmugam menyoroti beragam tuntutan dari sekelompok pendukung UAS yang muncul di media sosial. Di antaranya tuntutan agar Singapura segera minta maaf dalam waktu 48 jam hingga menyatakan bahwa Singapura merupakan negara Islamofobia.

https://geo.dailymotion.com/player/x4ujk.html?video=x8azb9r&customConfig%5bcustomParams%5d=custom&actionInfo=false&mute=true&dmPubtool=customembed-v2&GK_PV5_PHOTON=0 Ia mengatakan ada pula ancaman bahwa akan adanya pengusiran Kedutaaan Singapura untuk Indonesia. Shanmugam juga mengungkap adanya ancaman pendukung UAS akan mengirim pasukan organisasi Islam garis keras yang akan membuat serangan seperti serangan 9/11 di New York.

Baca juga ini :  Polda Kaltim Gelar Vaskinasi Massal, Bagi Sembako dan Voucher Oksigen

“Ancaman tersebut menyebutkan serangan 9/11 bakal dilakukan terhadap Singapura oleh pendukung seorang pengkhotbah yang dilarang memasuki negara itu (UAS),” ujar Shanmugam seperti dikutip dari Channel News Asia, Selasa (24/5/2022).

3. Pengaruh Ceramah Bom Bunuh Diri

Shanmugam mengungkapkan, pada Januari 2020 lalu, Pemerintah Singapura pernah menahan seorang remaja berusia 17 tahun. Ia tersandung Undang-undang Keamanan Internal yang dimiliki Singapura.

Menurut Shanmugam, seteleh diselidiki, remaja tersebut sering mendengarkan ceramah UAS di YouTube dan beranggapan dan percaya, jika dirinya berjuang untuk ISIS dan melakukan bom bunuh diri, maka ia akan menjadi martir.

Shanmugam beranggapan, pernyataan remaja tersebut merupakan salah satu contoh konsekuensi dari ceramah yang disampaikan UAS di YouTube.

“Jadi Anda bisa lihat, khotbah Somad memiliki konsekuensi dunia nyata,” kata Shanmugam.

4. UAS Sebut Non-Muslim Kafir

Shanmugam juga mempersoalkan pernyataan UAS yang kerap menyinggung agama lain, seperti menyebut Kristen dan non-Muslim sebagai kafir. Menurut dia, istilah tersebut dapat berpotensi menyulut perpecahan dan menganjurkan kekerasan antarumat beragama.

“Pemerintah Singapura memandang serius siapa pun yang menganjurkan kekerasan dan/atau mendukung ajaran ekstremis dan perpecahan. Somad dan teman perjalanannya ditolak masuk ke Singapura,” demikian katanya.

Sebagai informasi tambahan, di akun Intagramnya UAS mengatakan jika dirinya datang ke Singapura karena ingin berlibur dan mengunjungi berbagai tempat objek wisata.

Dia ingin menikmati kuliner, menginap dan belanja untuk kebaikan ekonomi Singapura. Namun sayangnya ia kecewa karena ditolak masuk Singapura.

UAS ke Singapura ingin berlibur. Akan kunjungi berbagai tempat objek wisata, akan makan, menginap, belanja, mengeluarkan dana untuk kebaikan ekonomi Singapura. Tapi Singapura ternyata tolak UAS,” tulis UAS di akun Instagram.

Baca juga ini :  Terdakwa Pemerkosa Belasan Santriwati Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati dan Kebiri

UAS mengatakan jika dirinya enggan pergi lagi ke Singapura dan menghabiskan banyak uang di sana. Ia pun mengimbau masyarkat agar menggunakan uangnya untuk wakaf dan membangun peasantren.

“Hari ini kita barangkali tidak perlu gunakan uang kita untuk belanja ke Singapura,” katanya, seraya mengajak masyarakat agar mengalihkan uang itu untuk wakaf, membangun pesantren.

Suara.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.