BNNK Balikpapan Buka Pintu Rehabilitasi Gratis, Pengguna yang Ingin Sembuh Dijamin Tak Ditangkap
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Balikpapan menegaskan pendekatan pencegahan narkotika tidak hanya dilakukan dengan kampanye menjauhi narkoba. Pengguna yang memiliki kemauan sendiri untuk berhenti juga didorong berani mencari pertolongan dan menjalani rehabilitasi.
Kepala BNNK Balikpapan Kombes Bonifacius Yrio Radianto menyampaikan hal tersebut dalam Piala Yandko ke-7 dan kompetisi bola basket 3×3 di Balikpapan.
Di hadapan peserta, orang tua, dan masyarakat yang hadir, Bonifacius menekankan pentingnya membangun lingkungan yang memberikan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk tumbuh melalui aktivitas positif.
Kompetisi tersebut diikuti sekitar 150 tim dari berbagai daerah di Kalimantan Timur, mulai kategori pelajar SMP dan SMA, klub hingga umum. Peserta datang dari Balikpapan, Paser, Penajam Paser Utara, Bontang hingga Tanah Grogot.
Selain bola basket, kegiatan juga diramaikan kompetisi modern dance yang diikuti 10 tim.
Menurut Bonifacius, tingginya partisipasi menunjukkan besarnya kebutuhan generasi muda terhadap ruang untuk menyalurkan energi, bakat, dan kemampuan melalui kegiatan yang sehat.
“Jauhi narkotika sejak dini atau sekarang juga. Sekali Anda mengenal narkotika, Anda telah merusak atau menghancurkan masa depan Anda,” ujar Bonifacius.
Pengguna yang Ingin Sembuh Dipersilakan Datang
Pesan BNNK Balikpapan tidak berhenti pada pencegahan. Bonifacius juga secara terbuka mengajak pengguna narkotika yang ingin berhenti untuk datang mencari pertolongan.
Ia menegaskan BNNK Balikpapan membuka layanan rehabilitasi bagi pengguna yang datang atas kemauan sendiri.
“Saya berjanji bahwa tidak akan menangkap satu orang pun pengguna narkotika yang ingin sembuh atas keinginan sendiri,” katanya.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat membawa anggota keluarga, kerabat, maupun teman ke Kantor BNNK Balikpapan di Jalan Abdi Praja, kawasan Taman Tiga Generasi, di sebelah SMA Negeri 5 Balikpapan.
Bonifacius mengatakan proses perawatan dan pengobatan diberikan tanpa biaya, dengan pendekatan yang mengedepankan aspek kemanusiaan. Kerahasiaan pengguna juga menjadi bagian dari pelayanan.
Pesan tersebut menjadi bagian penting dari upaya BNNK mendorong pengguna untuk tidak takut mencari bantuan ketika memiliki keinginan untuk berhenti menggunakan narkotika.
Olahraga Jadi Ruang Pencegahan
Sementara itu, olahraga dinilai dapat menjadi salah satu ruang pencegahan penyalahgunaan narkotika sejak dini.
Dengan memiliki aktivitas yang sehat dan lingkungan pergaulan yang positif, anak-anak dan remaja memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun kebiasaan yang produktif.
Lapangan olahraga juga menjadi tempat peserta belajar mengenai disiplin, kerja sama, sportivitas, serta bagaimana menerima kemenangan maupun kekalahan.
Bonifacius turut mengingatkan peserta, suporter, dan orang tua untuk menjaga sportivitas selama pertandingan.
Ia meminta seluruh pihak mempercayakan keputusan pertandingan kepada wasit yang disiapkan Perbasi dan bekerja secara profesional.
Bukan Sekadar Mengatakan “Jangan”
Upaya menjauhkan generasi muda dari narkotika, menurut pesan yang dibawa dalam kegiatan tersebut, tidak cukup hanya dengan mengatakan “jangan”.
Anak-anak dan remaja juga membutuhkan ruang untuk merasa dihargai, memiliki tujuan, membangun pertemanan yang sehat, serta mengejar prestasi.
Karena itu, kegiatan olahraga dan seni menjadi salah satu ruang yang dapat diisi dengan aktivitas positif.
Dari lapangan, anak-anak belajar bahwa kemenangan membutuhkan latihan, kekalahan membutuhkan penerimaan, dan masa depan membutuhkan pilihan.
Di satu sisi, generasi muda didorong menjauhi narkotika sejak dini. Di sisi lain, mereka yang sudah terlanjur menggunakan tetapi ingin berhenti diberi ruang untuk mencari pertolongan.
BACA JUGA
