Borong 7 Gold INTECHSEA 2026, Pertamina IT Balikpapan Unggulkan Inovasi Lingkungan dan Pangan
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Integrated Terminal (IT) Balikpapan memborong tujuh penghargaan Gold dalam ajang Innovation Technology for Social and Environmental Awards (INTECHSEA) 2026.
Salah satu penghargaan tersebut diraih melalui Kawan Patra (Kawasan Taman Edukasi dan Pertanian Terintegrasi) pada kategori CSR International Awards.
Program yang dikembangkan di Kelurahan Karang Joang, Balikpapan, tersebut mengintegrasikan pertanian dan perikanan dengan teknologi sederhana yang diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.
Kawan Patra menerapkan sejumlah inovasi, mulai dari irigasi tetes, budidaya ikan dengan sistem bioflok, penampungan air, hingga pengembangan budidaya ikan papuyuh sebagai potensi pangan dan ekonomi lokal.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada pemberian bantuan.
Menurutnya, program diarahkan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat sehingga potensi lokal dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.
“Melalui Kawan Patra, kami mendorong peningkatan keterampilan, penguatan ketahanan pangan, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Program ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan secara nyata dan berkelanjutan,” ujar Edi, dalam siaran pers Pertamina.
Enam Inovasi Lain Juga Raih Gold
Selain Kawan Patra, enam inovasi IT Balikpapan lainnya juga memperoleh penghargaan Gold dalam berbagai kategori.
Di bidang ketahanan sumber daya air, penghargaan diraih melalui FILTRATEC (Filtration Technology for Clean Operational Water).
Sementara pada kategori transformasi energi, IT Balikpapan mengandalkan COOLBOX (Container Office for Optimized Low Energy Building).
Inovasi SATRIA (Sistem Akses Terintegrasi dan Registrasi Identitas Automatis) meraih penghargaan pada kategori strategi penurunan emisi.
Penghargaan lainnya datang dari kategori pengelolaan limbah dan bahan berbahaya melalui TEPAT (Teknologi Efisiensi Pengecatan dan Perawatan Tangki).
Pada kategori pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, inovasi RESEAT (Recycling Energy Seal into Ergonomic Adaptive Technology) turut meraih Gold.
Sedangkan pada kategori keanekaragaman hayati, penghargaan diraih melalui PRATAMA (Protein Alternatif Tanaman Arga Mandiri Ayam).
Dengan demikian, tujuh penghargaan Gold tersebut mencakup inovasi yang tidak hanya menyasar pemberdayaan masyarakat, tetapi juga pengelolaan air, efisiensi energi, pengurangan emisi, limbah, ekonomi sirkular dan keanekaragaman hayati.
Diinisiasi UNHAS
INTECHSEA 2026 diinisiasi oleh Universitas Hasanuddin (UNHAS) sebagai ajang apresiasi terhadap inovasi yang memberikan dampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Ajang tersebut juga mendorong inovasi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Bagi IT Balikpapan, capaian tujuh Gold tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan inovasi yang memberikan nilai tambah, baik bagi masyarakat maupun lingkungan dan kegiatan operasional.
Pertamina juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan masyarakat serta pemanfaatan potensi lokal dalam menjalankan program tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Melalui pendekatan tersebut, program pemberdayaan diharapkan tidak hanya menghasilkan penghargaan, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
