Bukan karena Kemarau, Jarak Pandang di Bandara Tujuan Picu Gangguan Penerbangan dari Balikpapan
BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Penerbangan dari Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan masih terdampak gangguan jarak pandang di sejumlah bandara tujuan. Akibatnya, beberapa penerbangan mengalami delay, dialihkan (divert), bahkan berpotensi dibatalkan jika kondisi di bandara tujuan belum aman untuk pendaratan.
Meski begitu, operasional di Bandara SAMS Sepinggan sendiri dipastikan tetap normal. General Manager Angkasa Pura Sepinggan, R. Iwan W. Mahdar, mengatakan jarak pandang di Balikpapan masih berada di atas batas minimum sehingga pesawat tetap bisa lepas landas maupun mendarat.
“Kalau di airport kami saat ini tidak ada kendala operasional terkait jarak pandang. Take off dan landing masih bisa dilakukan sesuai ketentuan,” kata Iwan.
Menurutnya, persoalan justru terjadi di bandara tujuan yang masih mengalami visibilitas terbatas. Kondisi itu membuat maskapai harus menyesuaikan operasional penerbangan demi menjaga keselamatan.
“Delay atau divert terjadi karena bandara destinasi masih mengalami keterbatasan jarak pandang,” ujarnya.
Bukan karena musim kemarau
Iwan menegaskan, kelancaran penerbangan tidak ditentukan oleh musim kemarau, meski periode kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober 2026. Faktor yang paling menentukan adalah kondisi aktual jarak pandang di masing-masing bandara.
“Bukan masalah kemarau atau tidak kemarau, tetapi jarak pandang. Kita melihat kondisi di setiap airport,” katanya.
Setiap landasan pacu memiliki batas minimum visibilitas yang berbeda. Di Bandara SAMS Sepinggan, misalnya, Runway 25 membutuhkan jarak pandang minimal 2.700 meter, sedangkan Runway 07 memiliki batas minimum 800 meter.
Selama visibilitas masih berada di atas angka tersebut, pilot dapat melakukan pendaratan sesuai prosedur keselamatan.
Rute Balikpapan–Banjarmasin sempat terdampak
Salah satu penerbangan yang sempat terdampak adalah rute Balikpapan–Banjarmasin. Jika kondisi di bandara tujuan belum memungkinkan pesawat mendarat dengan aman, penerbangan bisa ditunda, dialihkan, atau dibatalkan.
Dalam kondisi seperti itu, penumpang dapat memilih menunggu hingga penerbangan kembali memungkinkan atau membatalkan perjalanan. Proses selanjutnya akan ditangani maskapai sesuai aturan yang berlaku.
“Kalau penumpang memilih tidak menunggu lagi atau tidak melanjutkan perjalanan, maskapai akan memproses sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Iwan.
Sejumlah maskapai, termasuk Wings Air, juga telah melakukan penyesuaian jadwal mengikuti perkembangan cuaca dan kondisi jarak pandang di bandara tujuan.
Kondisi ini menjadi pengingat bahwa operasional penerbangan tidak hanya bergantung pada bandara keberangkatan. Selama visibilitas di bandara tujuan belum memenuhi standar keselamatan, perubahan jadwal hingga pengalihan penerbangan tetap menjadi kemungkinan yang bisa terjadi.***
Penulis: Samsul
Editor: Rizki
BACA JUGA
