Cari Kontak Erat, Tenaga Tracer Miliki Risiko Berat

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Salah satu tugas yang memiliki risiko rentan ditengah pandemi Covid-19 yakni, tenaga survelen serta petugas tracing atau disebut tracer. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, keberadaan petugas kontak tracing itu petugas kontrak, awalnya disetiap puskesmas ada petugas survelen baik memang berbasis pendidikan survelen ataupun dari tenaga medis lain yang diberikan tugas tambahan sebagai survelen.

“Namun karena pandemi Covid-19 memang tenaga itu juga masih kurang,” ujar Andi Sri Juliarty kepada awak media.

Dio biasa Andi Sri Juliarti jumlah tenaga survelen ini ada 27 orang yang tersebar di 27 Puskesmas, kemudian pemantauan ke pasien pasien covid-19 kan tidai cukup akhirnya dokter, bidan perawat ikut dilibatkan, diberi tugas oleh pimpinan puskesmas. “Misalnya pasien covid-19 ada lima harus dipantau semua, sehingga berbagi ada yang dipantau dokter A atau dokter B,” kata Dio.

“Lebih banyak tugas mereka melalui telpon, karena mereka juga melayani pasien-pasien di puskesmas,” tambahnya.

Kemudian beberapa bulan terakhir muncul konsep PPKM mikro teman-teman survelen terbantu karena di dalam PPKM Mikro ada Babinsa dan Bhabinkamtibmas ada kader yang boleh dilatih sebagai tracer. Setelah itu ada program baru lagi dari BNPB dimana mereka merekut tracer itu di bulan Maret 2021.

“Jadi ada 43 tracer itu yang direkrut oleh BNPB dan bekerja membantu puskesmas, tetapi bulan April berubah kebijakannya tracer ini bukan dibawah BNPB lagi, tetapi dilimpahkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes),” jelasnya.

“Dengan pelimpahan ini maka secara teknis berubah lagi tracer yang dari BNPB ini berhenti dulu, kemudian direkrut lagi dengan sesuai pedoman Kemenkes,” jelasnya.

Memang diawal tahun lalu benar benar mengandalkan tenaga survelen puskesmas sampai akhir tahun 2020 lalu. Selain iti kendala sebagai tracer pertama panduan diawal sebagai tracer itu seperti apa masih belum ada, kemudian banyak yang takut tertular tracer.

Baca juga ini :  Balikpapan Bentuk Forum Kewaspadaan Dini, Antisipasi Gesekan di Masyarakat

“Untuk di Balikpapan para tracer sudah kita vaksin, karena mereka bertugas mencari kontak erat jadi ada risiko besar,” tutup Dio.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.