Cegah Kekerasan terhadap Anak dan Perempuan, Pemkot Balikpapan Kukuhkan Forum PPATBM

Forum Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM)
Pengukuhan Forum Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Rabu (1/10/2026). Foto: Inibalikpapan/Samsul

BALIKPAPAN, inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan memperkuat perlindungan perempuan dan anak dengan mengukuhkan Forum Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM) periode 2026-2029.

Pengukuhan digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Rabu (1/10/2026). Forum ini diharapkan menjadi salah satu garda terdepan dalam mencegah sekaligus menangani persoalan perempuan dan anak di lingkungan masyarakat.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, mengatakan perlindungan perempuan dan anak tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi juga semakin beragam. Kekerasan, perundungan hingga eksploitasi masih menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

“Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen untuk mewujudkan kota yang aman, nyaman, responsif gender, serta ramah terhadap anak,” kata Andi Sri Juliarty dalam sambutannya.

Ia menilai keberadaan PPATBM penting karena berada dekat dengan masyarakat. Forum ini diharapkan mampu melakukan deteksi dini, mendorong pencegahan, sekaligus membantu memberikan perlindungan ketika terjadi persoalan yang melibatkan perempuan dan anak.

Andi juga mengingatkan pengurus PPATBM periode 2026-2029 agar pengukuhan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

Ia meminta pengurus segera menyusun program kerja yang konkret dan adaptif. Pelaksanaannya juga perlu diperkuat melalui sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta lembaga terkait lainnya.

“Momentum pengukuhan ini bukan sekadar seremonial. Melainkan titik awal dari tanggung jawab besar yang diemban selama tiga tahun ke depan,” ujarnya.

PPATBM Jadi Ruang Aman bagi Warga untuk Melapor

Selain pencegahan, PPATBM didorong aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya dengan mendorong keberanian warga untuk melapor jika mengetahui atau mengalami kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Forum juga diminta menjadi ruang yang inklusif dan responsif. Dengan begitu, masyarakat tidak ragu menyampaikan persoalan dan mendapatkan akses perlindungan.

“Jadilah wadah yang inklusif, responsif, dan mampu memberikan rasa aman bagi mereka yang membutuhkan perlindungan,” pesan Andi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.

Pengukuhan Forum PPATBM Kota Balikpapan periode 2026-2029 kemudian secara resmi dibuka dengan pembacaan basmalah.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap forum ini dapat memperkuat kerja bersama antara pemerintah, masyarakat dan lembaga terkait dalam membangun sistem perlindungan perempuan dan anak yang terpadu.

Langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Balikpapan sebagai kota global yang nyaman bagi semua dalam bingkai Madinatul Iman, termasuk memastikan kelompok rentan mendapatkan perlindungan dan ruang hidup yang aman.***

Penulis: Samsul
Editor: Rizki

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses