Gangguan ginjal akut / ilustrasi / helodoc

Dalam Dua Pekan Terakhir Tak Ada Kasus Baru Gangguan Ginjal Akut Pada Anak

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah pastikan taka da penambahan kasus baru gangguan ginjal akut pada anak, Hingga 15 November tercatat ada 324 kasus.

Kasus sembuh sebanyak 111 pasien, dengan 199 kasus kematian, sementara yang masih dalam perawatan sebanyak 14 kasus. Kasus didominasi oleh anak usia 1-5 tahun.

Adapun 9 kasus yang saat ini masih menjalani perawatan di RSCM, 2 pasien di Aceh, 1 pasien masing-masing di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (sumbar) dan Kepulauan Riau.

Adapun pasien yang dirawat didominasi oleh kasus-kasus dengan tingkat keparahan pada level stadium 3. Dilakukan perawatan dengan pemberian obat penawar Fomepizole.

“Stadium 3 ini paling berat, dengan kerusakan ginjal yang cukup parah,” ujar Juru Bicara Kementerian Kesehatan, M. Syahril dalam siaran persnya

“Saat ini semua pasien masih dilakukan perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Kita juga upayakan dengan pemberian Fomepizole, mudah-mudahan ini akan membantu,”

Dari keempat belas pasien tersebut, lanjut dr. Syahril, dilaporkan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid), melainkan murni sakit GGAPA yang disebabkan oleh toksikasi dari EG dan DEG pada sirop/obat cair.

“Sehingga memerlukan waktu untuk proses perawatan, kami harapkan seluruh pasien segera membaik,” ujar dr. Syahril.

Meski masih ada kasus yang dirawat namun tidak ada pasien baru dalam dua minggu terakhir yakni sejak 2 sampai 15 November 2022. Pasien yang dirawat adalah pasien yang masuk ke RS sebelum tanggal 2 November dan masih memerlukan perawatan.

Comments

comments

Baca juga ini :  IDI Minta Pemerintah Siapkan Langkah Pencegahan Masuknya Varian Baru Omicron

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.