Deklarasi MAFINDO Wilayah Siodarjo Jawa Timur / istimewa

Deklarasi di Sidoarjo, MAFINDO Beberkan Hingga Juni 2022 Terjadi 985 Kasus Hoaks

SIDOARJO, Inibalikpapan.com –  Hingga kini persoalan hoaks masih menjadi tantangan serius dalam transformasi digital Indonesial Khususnya terkait issue politik, kesehatan dan penipuan digital.

Masyarakat menghadapi era dimana informasi yang sangat cepat dan mudah diakses sehingga menciptakan banjir informasi. Namun masyarakat kesulitan dalam memilah informasi yang benar, baik serta bermanfaat untuk mendukung kehidupan di ruang fisik.

Berdasarkan data Masyarakat Fitnah Indonesia (MAFINDO) dari awal Januari hingga Juni tahun 2022, sebanyak 985 kasus dengan rata-rata 164 kasus hoax per bulan yang telah dilaporkan.

Berdasarkan data Mafinda tersebut, belum sampai setahun tetapi rata-rata kasus yang dilaporkan sudah mendekati total keseluruhan kasus di tahun 2021 kemrin.

Perwakilan masyarakat Sidoarjo dengan semangat kerelawanan, mendeklarasikan pembentukan MAFINDO Wilayah Sidoarjo pada Minggu 06/11/2022),  bertempat di alun-alun Monumen Jayandaru.

Boni Soehakso Notohatmdojo selaku Ketua Komite Organisasi dan PSDM menyatakan bahwa saat ini kejahatan di ruang siber masih tinggi,

Diantaranya penyebaran hoaks, hasutan yang mengakibatkan ujaran kebencian, serta masih maraknya praktik penipuan di ruang siber. Kemampuan masyarakat untuk berpikir masih perlu ditingkatkan saat mengakses teknologi digital.

Panitia Pelaksana Deklarasi Mafindo Sidoarjo, Inayah Sri Wardhani menyatakan bahwa MAFINDO perlu hadir di Kabupaten Sidoarjo karena sebagai salah satu penyangga ibu kota provinsi Jawa Timur yang merupakan daerah yang mengalami perkembangan pesat.

Penandatangan deklarasi dukungan MAFINDO Wilayah Sidorjo Jawa Timur

Kabupaten Sidoarjo merupakan satu-satunya kawasan di Jawa Timur yang telah memiliki infrastruktur jaringan teknologi fiber optik dan data center secara mandiri oleh Diskominfo Sidoarjo.

Harapannya MAFINDO hadir untuk ikut terlibat secara langsung dalam edukasi kepada masyarakat agar mampu berpikir kritis sehingga bisa melawan hoaks yang ada di ruang digital.

Relawan MAFINDO, Rovien Aryunia menambahkan bahwa dengan hadirnya MAFINDO Sidoarjo maka masyarakat tangguh pada segala bentuk informasi bohong, mampu melakukan cek fakta sebelum percaya dan hanya akan membagikan informasi yang benar, bermanfaat di ruang digital.

Baca juga ini :  Di Balikpapan 53 Peserta Lolos Audisi Islamic Nexgen Festival 2019

Melalui deklarasi pembentukan MAFINDO wilayah Sidoarjo menjadi titik awal upaya edukasi yang dilakukan secara kerelawanan kepada masyarakat dalam upayanya mengajak masyarakat untuk berpikir kritis dan selalu cek fakta sebelum percaya pada informasi yang diterima.

Harapannya, masyarakat Sidoarjo akan semakin tangguh dalam memilah informasi serta mengutamakan kedamaian di ruang siber.

MAFINDO telah terbentuk sejak 6 tahun yang lalu, berdiri dengan dasar kerelawanan yang ditimbulkan oleh keresahan banyaknya informasi-informasi bohong dan menyesatkan di ruang siber.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.