Diawali Donor Darah, Rangkaian HUT Ke-52 Korpri di Kota Balikpapan

BALIKPAPAN,Inibalikpapam.com – Dalam rangka memperingati HUT ke-52 Korpri, sejumlah kegiatan sudah mulai dilaksanakan di Kota Balikpapan, salah satunya pada Senin (23/10/2023) dilaksanakan kegiatan donor darah di Kantor PMI Kota Balikpapan.

Ketua Panitia HUT Korpri ke-52 Kota Balikpapan Adwar Skenda Putra mengatakan, dalam rangka memperingati HUT Korpri ke-52 ada beberapa kegiatan yang akan  dilaksanakan, diawali dengan kegiatan donor darah bagi seluruh ASN di lingkungan Pemkot Balikpapan. 

“Yang mana pada hari ini di PMI Kota Balikpapan dan selanjutnya nanti di kantor DPMPTSP jalan Ruhui Rahayu II juga akan dilaksanakan kegiatan donor darah,” ujar Adwar Skenda Putra kepada media, Senin (23/10/2023).

Adapun kegiatan donor darah dibuka tiga hari sejak 23 hingga 25 Oktober, khusus bagi ASN yang berkantor di jalan Ruhui Rahayu II bisa mendatangi Kantor DPMPTSP pada 24-25 Oktober.

“Target kami ada 100 orang, saat ini yang sudah mendaftar ada 60 orang,” akunya. 

Edo biasa Adwar Skenda Putra disapa menambahkan, kemudian kegiatan akan dilanjutkan pada 28-29 Oktober dimulai dengan kegiatan lomba-lomba mulai dari senam yang dilaksanakan di auditorium kantor Walikota, kemudian lanjut awal November ada lomba Futsal di BSC, lomba bulu tangkis di gedung Hervindo, lomba  tenis meja di SLB, dan lomba Tenis lapangan.

“Kemuduian pada dan 22 November akan dilakukan ziarah ke taman makam pahlawan Dharma Agung,” imbuhnya.

Setelah dari ziarah makam juga melaksanakan kegiatan bakti sosial ke panti jompo, dan paling besar pada 26 November ada kegiatan jalan santai yang starnya dari kantor walikota. 

“Ditutup dengan puncaknya pada 29 November dengan kegiatan upacara,” tuturnya.

Sejarah peringatan HUT KORPRI adalah sesuai dengan tanggal berdirinya KORPRI pada tanggal 29 November 1971. Hal ini berdasarkan Keppres Nomor 82 Tahun 1971 tentang Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI).
Advertisement

Baca juga ini :  Pemkot Balikpapan Buka Rekening Bantuan Bagi Korban Gempa dan Tsunami, Ini Nomor Rekeningnya

Selama Orde Baru, KORPRI dijadikan alat kekuasaan untuk melindungi pemerintah yang berkuasa waktu itu. Namun sejak era reformasi, KORPRI berubah menjadi organisasi yang netral, tidak berpihak terhadap partai politik tertentu.

Jauh sebelum itu, melansir situs resmi KORPRI, latar belakang sejarah KORPRI sangatlah panjang. Pada masa penjajahan Belanda, banyak pegawai pemerintah Hindia Belanda berasal dari kaum bumi putera. Namun kedudukan pegawai merupakan kelas bawah.

Pada saat peralihan kekuasaan Belanda kepada Jepang, secara otomatis seluruh pegawai pemerintah eks Hindia Belanda dipekerjakan oleh pemerintah Jepang sebagai pegawai pemerintah.

Setelah kemerdekaan Indonesia dan berdirilah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seluruh pegawai pemerintah Jepang secara otomatis dijadikan sebagai Pegawai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Setelah pengakuan kedaulatan RI tanggal 27 Desember 1949, seluruh pegawai RI, pegawai RI non Kolaborator, dan pegawai pemerintah Belanda dijadikan Pegawai RI Serikat.

Melalui sejarah panjang, hingga akhirnya pada 29 November 1971, KORPRI berdiri berdasarkan Keppres No. 82 Tahun 1971 tentang KORPRI yang ditetapkan oleh Presiden RI Soeharto.

Kita biasa melihat lambang KORPRI ini di seragam yang digunakan para PNS serta pin yang biasa disematkan di baju mereka. Lambang KORPRI berbentuk pohon, bangunan berbentuk balairung dan sayap.

Masing-masing bentuk yang membentuk kesatuan itu memiliki artinya masing-masing.

Lambang Korpri diadakan dengan maksud untuk lebih menumbuhkan jati diri dan jiwa karsa anggota Korpri. Ketentuan lambang Korpri diatur dalam Keputusan Musyawarah Nasional VI KORPRI Nomor : KEP- 09/MUNAS/2004 tentang Lambang, Panji, Dan Atribut KORPRI.

Organisasi Korpri memiliki struktur kepengurusan di tingkat pusat maupun di tingkat kementerian, lembaga pemerintah non-kementerian, atau pemerintah daerah.
Saat ini kegiatan Korpri umumnya berkiprah dalam hal kesejahteraan anggotanya, termasuk mendirikan sejumlah badan/lembaga profit maupun nonprofit.

Baca juga ini :  Derby Mahakam, Debut Pertama Rahmad Darmawan Menukangi Mitra Kukar

PNS memiliki lima butir janji atau komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, pemerintah, dan masyarakat umum.

Panca Prasetya Korps Pegawai Republik Indonesia disebut juga sebagai sumpah/janji Pegawai Negeri Sipil yang bertujuan agar dapat menciptakan sosok PNS yang profesional, jujur, bersih dari segala korupsi, kolusi, nepotisme, berjiwa sosial, dan sebagainya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.