Disnaker Balikpapan Siapkan Pelatihan bagi Korban PHK, Dorong Mereka Kembali Produktif
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan tidak hanya mengandalkan penyerapan tenaga kerja melalui lowongan pekerjaan untuk mengurangi angka pengangguran. Pemerintah juga menyiapkan pelatihan keterampilan bagi masyarakat, terutama pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Langkah tersebut disiapkan sebagai alternatif bagi pekerja yang belum mendapatkan pekerjaan baru setelah kehilangan mata pencaharian.
Kepala Disnaker Kota Balikpapan Adamin Siregar mengatakan, pelatihan diarahkan agar masyarakat memiliki keterampilan yang dapat digunakan untuk kembali bekerja maupun membuka usaha.
“Pelatihan yang dibutuhkan apa, silakan diusulkan. Kita bentuk kelompok, kemudian kita usulkan agar bisa masuk program pelatihan,” kata Adamin, Jumat (25/9/2026).
Menurut dia, program pelatihan tidak ditentukan sepihak oleh pemerintah. Masyarakat dapat mengusulkan jenis pelatihan sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki.
Syaratnya, masyarakat yang membutuhkan pelatihan dapat membentuk kelompok dengan jumlah minimal 16 orang.
“Jadi bukan pemerintah yang menentukan pelatihannya apa. Kalau masyarakat membutuhkan pelatihan tertentu, silakan dibentuk kelompoknya,” ujarnya.
Adamin menyebut, pelatihan tersebut menyasar tiga kelompok utama. Pertama, pekerja yang mengalami PHK. Kedua, pekerja yang ingin meningkatkan produktivitas. Ketiga, masyarakat yang ingin bekerja atau mengembangkan usaha.
Disiapkan Cukup Beragam
Jenis pelatihan yang disiapkan cukup beragam. Di antaranya digital marketing, tata boga, pembuatan kue, laundry, tata kecantikan hingga potong rambut.
Bagi pekerja yang terkena PHK dan memilih jalur usaha, Disnaker juga meminta adanya komitmen untuk mengembangkan usaha setelah mengikuti pelatihan.
“Kalau korban PHK ikut pelatihan untuk membuka usaha, tentu ada komitmen. Jangan setelah pelatihan selesai, usahanya tidak dikembangkan,” katanya.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Disnaker menghadapi kondisi ketenagakerjaan Balikpapan. Sepanjang 2026, sekitar 500 pekerja tercatat mengalami PHK.
Di sisi lain, penempatan tenaga kerja baru baru mencapai sekitar 600 orang dari target tahunan sekitar 2.300 orang. Disnaker berharap Job Fair yang menyediakan sekitar 2.087 lowongan dapat meningkatkan angka penempatan hingga akhir tahun.
Balikpapan juga masih memiliki sekitar 5.000 pengangguran yang terdata.
Adamin mengatakan, pelatihan menjadi penting karena tidak seluruh pencari kerja dapat langsung terserap perusahaan. Dengan tambahan keterampilan, masyarakat m
emiliki pilihan untuk mencari pekerjaan sesuai kompetensi maupun membangun usaha sendiri.
Menariknya, pelatihan tersebut tidak dibatasi usia. Selama masyarakat memiliki kemauan untuk bekerja, meningkatkan keterampilan dan produktivitas, peluang mengikuti program tetap terbuka.
“Yang diberikan bukan sekadar sertifikat, tetapi sertifikasi kompetensi. Harapannya mereka benar-benar memiliki kemampuan profesional,” ujarnya.
Disnaker juga membuka peluang pelatihan bagi komunitas atau kelompok profesi. Salah satunya pekerja media yang dapat mengusulkan pelatihan content creator apabila jumlah peserta memenuhi ketentuan.
Dengan pola tersebut, Disnaker berharap pelatihan tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan keterampilan. Program tersebut diarahkan menjadi salah satu jalan bagi masyarakat yang kehilangan pekerjaan agar dapat kembali produktif dan memiliki sumber penghasilan.(***/Adv Diskominfo Balikpapan).
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
