DJSN Gelar Sosialisasi Tranformasi Sistem Jaminan Sosial Nasional pada Jurnalis Kaltim

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Guna mengedukasi maupun memberikan pemahaman kepada para jurnalis elektronik, online maupun media cetak, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menggelar sosialisasi tranformasi sistem jaminan sosial nasional yang telah diterapkan beberapa tahun terakhir. Sosialisasi tersebut, dirangkai dengan buka puasa bersama.

“Yang terpenting dari sosialisasi dan silahturahmi bersama media adalah bagaimana media mengedukasi agar masyarakat paham akan tujuan dari filosofi dari SJSN. Karena media sebagai ujung tombak dalam mensosialisasikan informasi,” kata Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional Ahmad Ansyori

saat memaparkan Optimalisasi Pemenuhan Hak dan Kewajiban Jaminan Sosial.

Menurutnya, ada 9 prinsip dama dalam Sistem Jaminan Sosial, diantaranya, gotong royong, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, portabilitas, kepersertaan bersifat wajib, dana amanat dan hasil pengelolaan dana digunakan seluruhnya untuk Pengembangan Program dan sebesar-besarnya untuk kepentingan peserta.

“Sistem jaminan itu harus bisa dilayanan dimana saja, setiap perserta bisa mengakses kesehatan dimana saja, yang kurang dipahami itu biasanya mengenai kepesertaan yang bisa diakses dimana saja. Terkadang peserta yang kurang paham, atau apotek yang takut salah,” ujarnya,

Dia menuturkan jaminan sosial kesehatan dibulan Maret mencapai 109,37 persen cakupan peserta di Kota Balikpapan. Di Kaltim 64,74 persen artinya kabupaten maupun kota lain yang belum sisa dari penduduk Kaltim. Tak hanya menyinggung jumlah kepesertaan JKN, BPJS Ketenagakerjaan juga ada 119 pendaftaran jaminan pensiun di Balikpapan, dengan 300 ribu lebih per bulan.

“Itu sebabnya banyak karena dibanding jumlah penduduk. Terbanyak peserta jumlah BPJS kesehatan dibanding penduduk. Masih banyak warga yang belum bisa membedakan Jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjann, jika ada kecelakaan dalam bekerja biasanya BPJS Ketenagakerjaan yang menangani. Namun, parahnya masih ada warga yang tidak memiliki dua jaminan tersebut,” ujarnya.

Baca juga ini :  Limbah Medis Naik 30 Persen Pasca Pandemi Covid-19

Kegiatan sosialisasi ini merupakan yang kedua di tahun 2019, sebelumnya di Sumsel next Toraja dan Kediri. Dalam kesempatan ini hadir pula Kusumo, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Balikpapan dan dr. Fidho Dharmawan, Asisten Deputi Bidang Monitoring dan Evaluasi Kedeputian Wilayah BPJS Kesehatan Kalimantan.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.