Kepala Dishub Balikpapan Elvin Junaidi

Elvin : Terkendala Anggaran, Penataan Transportasi Di Balikpapan

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Sebagai Penyangga Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan harus segera berbenah, khususnya dipenyediaan sarana transportasi, tidak menutup kemungkinan kedepan Kota Balikpapan akan semakin padat dengan kendaraan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Elvin Junaidi mengatakan, saat ini hampir semua kondisi jalan yang ada di Kota Balikpapan memang tidak cukup lebar. Sedangkan, jika akan membangun infrastruktur jalan pun terkendala oleh anggaran yang terbatas.

“Jadi memang, kalau kita lijhat Kota Balikpapan ini, jalannya tidak terlalu lebar dan untuk melebarkan juga mungkin kesulitan pendanaan,” ujar Elvin Junaidi saat dikonfirmasi, Inibalikpapan.com, Sabtu (8/10/2022).

Kata Elvin, selama ini untuk menangani permasalahan lalu lintas dalam hal ini mengurai kepadatan kendaraan adalah dengan melakukan manajemen rekayasa lalu lintas. Termasuk pelebaran simpang-simpang lengan jalan di Kota Balikpapan.

“Upaya yang dilakukan ini, paling tidak dapat memperlancar arus lalu lintas,” akunya.

“Itulah yang bisa kita lakukan saat ini. Kalau kita lihat titik kepadatannya, sudah mau titik lampu merah pada jam-jam tertentu,” tambahnya.

Adapun, permasalahan lainnya berkaitan dengan kondisi jalan di Kota Balikpapan yang 85 persennya memiliki kontur jalan berbukit dan 15 persen dengan jalan datar.

“Melalui Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) juga diharapkan dapat mereduksi kepadatan lalu lintas yang terjadi karena banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadinya,” imbuhnya.

Saat ini, memang untuk SAUM baru memiliki koridor di Batu Ampar sampai di Kariangau, Balikpapan. Nah ini (koridor lain) juga sedang dikaji, tapi juga harus mempertimbangkan bagaimana dengan angkutan-angkutan (angkot) yang ada, trayek yang ada.

“Ini yang harus disosialisasikan,” tuturnya.

Elvin berharap, adanya kolaborasi oleh semua pihak terkait untuk mengatasi masalah kepadatan dankemacetan lalu lintas di Balikpapan ini.

Baca juga ini :  Presiden Berikan Bantuan Rp 1,2 Juta Pedagang di Pasar Sederhana Bandung

“Dibutuhkan dengan semua stakeholdee, agar kedepan bis menata transportasi di Kota Balikpapan,” harapnya.

Menurutnya, SAUM merupakan moda transportasi yang paling ideal beroperasi di Kota Beriman.Hal itu tentunya melihat dari kebutuhan dan biaya pengadaan sebuah transportasi massal.

“Pasti orang butuh untuk keluar masuk kota. Sementara saat ini masih menggunakan angkot. Misalnya untuk warga yang tinggal di wilayah utara masih sulit ke bandara karena tidak ada trayeknya,” sebutnya.

Elvin menjelaskan, persoalannya sekarang yakni belum tersedianya biaya untuk membangun fasilitas pendukung bus. Terutama seperti halte-halte yang berada di sepanjang rute ini.

Sedangkan soal bus, Elvin mengaku telah mengajukan permintaan bantuan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hasilnya, ada enam armada bus sedang dengan penumpang sekitar 40 orang yang telah disetujui oleh Kemenhub untuk BRT rute Terminal Batu Ampar – Bandara Sepinggan.

“Kami sudah mau mendapatkan bantuan bus, tetapi persoalan di lapangan belum tuntas. Kami menghindari terjadinya gesekan, Kalau sudah terbagi trayeknya, nanti di kota tidak terlalu macet dan bisa beroperasi,” bebernya.

Namun, Elvin berpendapat sesungguhnya transportasi massal belum terlalu mendesak. Alasan pertama, jalanan di kota ini belum termasuk dalam kondisi kemacetan. Apalagi kecepatan kendaraan masih bisa tinggi di dalam kota. Hanya pada jam-jam tertentu saja terjadi kemacetan dan antrean di lampu merah.

Kedua, masyarakat masih banyak menggunakan kendaraan pribadi. Hal itu terkait dengan keadaan ekonomi warga Balikpapan yang lebih baik. Ia menuturkan, jumlah kendaraan yang beredar menyentuh angka lebih dari 600 ribu kendaraan. Padahal, jumlah penduduk hanya sekitar 720 ribu.

“Kalau jumlah penduduk itu dikurangin dengan usia di bawah wajib KTP dan SIM, bisa lebih banyak kendaraan daripada orang. Kemudian, kenyataannya pendapatan angkot setiap hari semakin turun. Artinya pengguna angkot semakin lama semakin menghilang,” tutupnya.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.