Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud bersama Penjabat Gubernur Sulawesi Barat Akmal Malik dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo.

Festival Sandeq Sempat Tertunda Akibat Pandemi COVID-19

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan rupanya telah mengagendakan menggelar festival Sandeq atau perahu layar sejak 2020 lalu.

Wali Kota Rahmad Mas’ud mengatakan, akibat pandemi COVID-19 sehingga rencana tersebut urung dilakukan. Kini setelah COVID-19 melandai akhirnya bisa direalisasikan.

“Sebenarnya agenda ini sudah dua tahun kita agendakan, tapi karena COVID-19 (tertunda) alhamdulilah di masaa Bapak Akmal (Malik) Penjabat Gubernur Sulawesi Barat bisa dilaksanakan,” ujarnya saat pembukaan Festival Sandeq yang diawali dengan penyambutan 34 kapal sandeq, Rabu sore (7/9/2022).

Awalnya, hanya dari Sulbar menuju Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun justru menyeberang ke Kalimantan, Kota Balikpapan. Karena sudah ada komitmen sebelumnya.

“Ini menyeberang ke Kota Balikpapan, tadinya dari Sulawesi Barat finisnya di Sulawesi Selatan. Ini lah komitmen beliau ingin mewariskan kepada kita,” katanya.

Menurutnya, Festival Sandeq di Kota Balikpapan menjadi bagian dari promosi pariwisata bahari.  Apalagi Kota Balikpapan telah menjadi daerah penyangga  Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Mempromosikan Pariwisata Bahari yang juga merupakan latarbelakang dari nenek moyang kita, Kita ingin mengenalkan, mewariskan generasio-genarasi muda kita bvagaimana kita mencintai laut,” ujarnya

Kata dia, butuh keberanian untuk berlayar ke Kota Balikpapan dengan menggunakan perahu layar. Karena bertaruhnya, harus mengarungi Selat Makassar.

“Kalau kita tidak memiliki nyali yang besar tidak akan mungkin kita mampu menyeberangi Selat Makassar artinya mengandung satu filiosopi yang besar,” tuturnya

“Filosopi yang kita manfaatkan, yaitu karakter bangsa kita kita ini adalah pejuang, petarung, tidak akan mundur sebelum layar itu sampai ke kota tujuan.”
Peserta Festival Sandeq awalnya berjumlah 35 kapal namun satu kapal harus kembali ke Sulbar karena alami kerusakan. mereka berangkat sejak tanggal 31 Agustus dan bermalam di pulau Balakan. para nelayan Sulbar ini tiba di Balikpapan pada Rabu pagi pukul 10,00 wita.

Baca juga ini :  Beragam Kuliner Memeriahkan HUT Kota Balikpapan

Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud dan Pengdam VI Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi bersama Muspida Kota menyambut kedatang kapal Sandeq. Dalam penyambutan dan pembukaan festival Sandeq, Pejabat Gubernur Sulbar Akmal Malik bersam 6 bupati se Sulbar menaiki kapal Sandeq dari Tritip. mereka disambut dengan budaya Sulbar.

Dilakukan pula prosesi penarikan kapal ke pesisir pantai kapal sandeq yang dinaiki Pj Gubernur dan enam bupati sebelum turun ke kapal. Mereka juga disambut oleh penjemput menggunakan kursi tandu dan keranjang yang membawa hasil bumi Sulawesi Barat.

Dalam acara ini prosesi penyambutan adat Sulbar dikenal dengan nama “Mapa’rotong Tinja “. Atau menunaikan janji/nazar. “Ini seperti menunaikan nazar pelaut nenek moyang dahulu jika melaut dari Sulbar hingga ke Kalimantan akan membawa hasil bumi seperti gula aren, sayur mayur dan hasil bumi lainnya,” Kata Muhammad Idham Panitia Festival Sandeq Balikpapan.

Selain itu pesandeq juga membawa air suci Mandar dari sumur di masjid Imam Lapeo untuk diserahkan kkepada pemimpin di Balikpapan. ” Itu ditempatkan keranjang tandu,” tambah Idham.


Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.