FPK Balikpapan Didorong Jadi Jembatan Komunikasi dan Deteksi Dini Konflik Sosial

Kepala Kesbangpol Balikpapan Elyzabet Eri Toruan dukung pelaksanaan dan deteksi konflik sejak dini. (Foto:Samsul/Inibalikpapan.com)

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Balikpapan didorong untuk memperkuat perannya sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus membantu mendeteksi potensi konflik sosial sejak dini.

Peran tersebut dinilai penting di tengah keberagaman masyarakat Balikpapan yang terdiri atas berbagai latar belakang suku, agama, budaya, bahasa, serta kondisi sosial.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Balikpapan, Elyzabeth Eri Toruan, mengatakan FPK tidak cukup hanya menjadi ruang silaturahmi antarmasyarakat. Forum tersebut juga diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka dan menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Elyzabeth dalam kegiatan bimbingan teknis bagi pengurus FPK Kota Balikpapan.

“Forum Pembauran Kebangsaan memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah masyarakat untuk membangun komunikasi, memperkuat persaudaraan, menumbuhkan rasa saling menghormati, dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat,” ujar Elyzabeth, Minggu (20/9/2026).

Menurut dia, keberagaman yang ada di Balikpapan merupakan kekuatan yang perlu dirawat bersama. Pembauran kebangsaan, kata Elyzabeth, bukan berarti menghilangkan perbedaan yang ada di tengah masyarakat.

Sebaliknya, perbedaan perlu dikelola menjadi kekuatan bersama dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta semangat gotong royong.

Karena itu, FPK diharapkan dapat lebih aktif membangun komunikasi di tingkat masyarakat. Informasi mengenai persoalan sosial yang berpotensi menimbulkan gesekan juga diharapkan dapat disampaikan lebih awal sehingga dapat dicarikan solusi sebelum berkembang menjadi konflik.

“FPK tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah,” katanya.

Jaga Persatuan dan Keharmonisan

Elyzabeth menilai upaya menjaga persatuan dan keharmonisan Balikpapan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman dan kondusif.

Sinergi antara Pemerintah Kota Balikpapan, FPK, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya dinilai perlu terus diperkuat.

Ia berharap bimbingan teknis tersebut tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pengurus, tetapi juga menghasilkan jejaring komunikasi yang semakin kuat di tengah masyarakat.

“Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, perbedaan sebagai kekayaan, dan persatuan sebagai modal utama dalam mewujudkan Balikpapan yang aman, nyaman, harmonis dan berkelanjutan,” tutur Elyzabeth.

Ia juga mengajak pengurus FPK memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memperluas jejaring.

Dengan komunikasi yang terbangun sejak dini, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat dikelola secara lebih bijak sehingga keberagaman tetap menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan masyarakat Kota Balikpapan.***

Penulis : Samsul

Editor : Ramadani

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses