Gelandang Timnas Indonesia Thom Haye Soroti Fisik Jelang Hadapi Malaysia
JAKARTA, Inibalikpapan.com – Timnas Indonesia mengawali kiprah di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Singapura. Tiga poin tersebut menjadi modal penting skuad Garuda sebelum menghadapi Malaysia pada pertandingan berikutnya.
Namun, kemenangan pembuka itu juga menyisakan pekerjaan rumah. Thom Haye menyoroti faktor kebugaran pemain di tengah jadwal turnamen yang padat dan jeda pertandingan yang singkat.
Indonesia harus bermain dalam kondisi cuaca panas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Situasi tersebut membuat pemain harus mampu menjaga intensitas sekaligus mengelola energi hingga pertandingan berakhir.
Haye sendiri baru masuk pada menit ke-64 untuk menggantikan Ragnar Oratmangoen. Gelandang berusia 31 tahun itu kemudian ikut membantu Indonesia mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir.
“Kondisi fisik sejauh ini bagus. Jadwal pertandingan sangat padat dengan jeda singkat, jadi pelatih memastikan seluruh pemain berada dalam kondisi bugar. Ada kemungkinan rotasi pemain di pertandingan-pertandingan berikutnya untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tim,” ujar Haye, dikutip dari laman FIFA.
Thom Haye: Cuaca Membuat Laga Lebih Berat
Haye mengakui pertandingan melawan Singapura kali ini terasa lebih berat dibandingkan pertemuan sebelumnya di Hyundai Cup. Salah satu faktor utamanya adalah temperatur tinggi di Jakarta.
Meski demikian, Indonesia mampu mencetak gol pembuka dan kemudian mempertahankan kendali permainan hingga memastikan kemenangan 2-0.
“Laga hari ini jauh lebih sulit karena faktor cuaca yang sangat panas. Hal terpenting adalah kami berhasil mencetak gol pembuka dan mengamankan kemenangan 2-0 tanpa kendala berarti,” kata pemain Persib Bandung tersebut.
Kemenangan tersebut menjadi awal positif bagi Indonesia di turnamen. Namun, skuad Garuda tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat karena pertandingan berikutnya sudah menanti.
Malaysia Menanti, Rivalitas Kembali Memanas
Lawan berikutnya adalah Malaysia. Kedua tim dijadwalkan bertemu pada Senin (28/9/2026).
Pertandingan tersebut memiliki atmosfer berbeda karena sejarah panjang rivalitas sepak bola kedua negara.
Haye menyebut pertandingan seperti Indonesia versus Malaysia menjadi salah satu laga yang selalu dinantikan pemain.
“Sebagai pesepak bola, pertandingan besar seperti ini selalu dinantikan. Semua orang tahu sejarah dan besarnya rivalitas Indonesia vs Malaysia,” ujar Haye.
Menurutnya, kemenangan atas Singapura membuat suasana di dalam tim semakin positif menjelang pertandingan berikutnya.
“Setelah mengamankan tiga poin krusial hari ini, seluruh tim sangat antusias dan siap menyambut laga berikutnya,” katanya.
Kini, tantangan Indonesia bukan hanya menjaga momentum kemenangan, tetapi juga memastikan kondisi fisik pemain tetap optimal.
Dengan jadwal yang rapat, opsi rotasi menjadi salah satu bagian penting dari strategi tim untuk menjaga kebugaran skuad sepanjang turnamen.
Indonesia membawa tiga poin dari laga pembuka. Berikutnya, Malaysia menunggu dalam duel yang bukan hanya mempertemukan dua tim, tetapi juga dua rival sepak bola Asia Tenggara.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
