Iwan Dwi Setiawan saat mengajar dan memberikan motivasi muridnya

Hanya Lulusan Kejar Paket C, Kini Memotivasi Orang Jadi Pengusaha

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com –Praktisi Kewirausahaan Iwan Dwi Setiawan mengatakan, tidak semua lembaga pendidikkan bisa menjadi pijakkan seseorang mengapai keberhasilan. Sehingga membutuhkan bekal kewirausahaan.

“Kenapa begitu? karena setiap lembaga pendidikkan baik formal, itu gak membimbing mereka kedepan mau kemana,,” ujarnya belum lama ini kepada Inibalikpapan.com.

Itu pula yang membuat dirinya tergerak untuk mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Setia Kawan. Harapannya, agar bisa membimbing masyarakat atau mereka yang ingin menjadi pengusaha atau pelaku UMKM.

“Saya pingin murid-murid yang lain seperti saya, jadi ketika kita lulus mau ngapain, mau melangkah kemana kita sudah tahu,” ujarnya.

Iwan boleh berbangga, karena telah melewati masa-masa susah dalam hidupnya. Bahkan Iwan pun hanya lulusan kejar paket C. Karena itu harapan dia, melalui PKBM yang didirikannya bisa membantu masyarakat yang ingin menjadi pengusaha.
“Banyak materi kita sampaikan, semua usaha kita bisa tapi kita saat ini motivasi dulu, ketika motivasi sudah kena kemudian kita lanjut mungkin pengembangan kemasan, atau pengembangan modal usaha,” ujar disela-sela mengajarnya.

Iwan terlihat memberikan motivasi kepada para muridnya khususnya dalam memanfaatkan dunia diigital untuk memasarkan produknya di Sanggar Kegiatan Belajar. arena ditengah pandemi, semua pergerakan terbatas.

“Hari ini saya menyampaikan pertama motivasi yang kedua tentang pemasaran melalui media online, adanya pandemi covid-19 ini kan membatasi pergerakkan, artinya tidak bisa orang sekarang langsung ke pasar,” ujarnya.

Dia menuturkan, sudah ada beberapa anak muridnya yang telah memiliki usaha sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. “Murid saya yang buka usaha itu ada, ada Rahmad Kurniawan itu tekhnisi komputer, dia punya toko kecil-kecilan,” sebutnya.

Dia mengungkapkan, sejak 2012 dia mulai terjun dalam pemberdayaan masyarakat. Mengajari masyarakat menjadi pengusaha. Karena tidak diperoleh di sekolah formal. “Karena saya bukan dari orang kaya, saya orang susah,” ujarnya

“Dari orang susah itu ternyata banyak peluang yang bisa kita dapat. Disini dalam pendidikan masyarakat ini banyak kita bisa dapat ilmu,” lanjutnya.

Iwan hanya lulusan Kejar Paket C pada 2007 lalu. Namun justru melalui kejar pendidikan non formal itu dia banyak mendapatkan pengetahuan khususnya kewirausahaan. Sehingga itulah yang memotivasinya hingga kini terbilang sukses.

“Dalam Paket C itu ada banyak pendidikan life skill, kewirausahaan, ini yang saya gak dapat di pendidikan formal. Jadi dengan adanya kegiatan-kegiatan itu memotivasi kami juga peserta paket C untuk bisa berwirausaha,” terangnya.

Berbekal dari pendidikan Kejar Paket C, Iwan bersama teman-temannya memulai usaha kecil-kecilan. Dirinya mulai usaha itu 2006 dengan teman-teman membuat usaha kue, “saya jual keliling Balikpapan, saya masih kelas 2 SMA paket C,” ujarnya.

“Jadi dari paket C itu ada program life skill pembuatan kue saya sama teman saya membuat usaha itu. Jadi saya bagian pemasarannya ada teman-teman bagian produksi, dibimbing sama guru-guru SKB,”ceritanya.

Bahkan setelah lulus, dia masih terus mengikuti berbagai pelatihan-pelatihan, mulai dari pelatihan bengkel hingga komputer. Berawal dari itu kemudian dia perlahan mendirikan Toko Sifa Komputer dan berbagai usaha lainnya.

“Saya punya Yayasan PKBM Setia Kawan, CV amar Awaluddin, Toko Sifa Komputer, PT Putra Java Borneo, Jadi saat itu (Kejar Paket C) sudah melatih jiwa-jiwa kita untuk menjadi pengusaha,” tandasnya.

Comments

comments

About glen

Check Also

Kolaborasi Inspirasi SKK Migas Kalsul – Susi Pujiastuti, Bangkitkan UMKM Ditengah Pandemi

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com — Peran Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam membangun perekonomian daerah tidak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.