Harga TBS Sawit Kaltim Naik, Tembus Rp3.617 per Kilogram
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kalimantan Timur kembali menguat. Harga tertinggi TBS periode 16–30 September 2026 mencapai Rp3.617,55 per kilogram untuk tanaman berumur 10 hingga 20 tahun.
Kenaikan harga ini menjadi angin segar bagi petani sawit rakyat maupun perusahaan perkebunan di tengah menguatnya harga crude palm oil (CPO) dan meningkatnya permintaan pasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Timur, drh Arief Murdiyatno, mengatakan harga TBS ditetapkan berdasarkan perhitungan tim dengan mengacu pada perkembangan harga CPO dan kernel.
“Harga rata-rata tertimbang CPO mencapai Rp15.471,00 per kilogram, sedangkan harga kernel ditetapkan sebesar Rp13.143,17 per kilogram,” ujar Arief dalam keterangan resminya, Kamis (1/10/2026), dikutip dari laman Pemprov.
Harga TBS Naik, Tanaman 10-20 Tahun Paling Tinggi
Berdasarkan hasil penetapan, harga TBS untuk tanaman berumur 3 tahun berada di angka Rp3.176,42 per kilogram.
Harga kemudian meningkat seiring bertambahnya usia tanaman. Tanaman umur 4 tahun ditetapkan Rp3.277,71, umur 5 tahun Rp3.368,53, dan umur 6 tahun Rp3.442,29 per kilogram.
Untuk tanaman umur 7 tahun, harga TBS mencapai Rp3.491,93 per kilogram. Tanaman umur 8 tahun sebesar Rp3.548,29, sedangkan umur 9 tahun mencapai Rp3.591,83 per kilogram.
Harga tertinggi berlaku bagi tanaman berumur 10 hingga 20 tahun, yakni Rp3.617,55 per kilogram.
Setelah melewati usia tersebut, harga kembali menurun. Tanaman umur 21 tahun ditetapkan Rp3.564,56 per kilogram, umur 22 tahun Rp3.492,54, umur 23 tahun Rp3.414,68, umur 24 tahun Rp3.375,85, dan umur 25 tahun Rp3.343,96 per kilogram.
Harga CPO Global Jadi Salah Satu Pendorong
Arief menjelaskan, kenaikan harga TBS periode ini turut dipengaruhi oleh menguatnya harga CPO di pasar global serta meningkatnya permintaan.
Kondisi tersebut kemudian tercermin dalam formula penetapan harga TBS di tingkat daerah.
Dengan harga CPO dan kernel yang masih berada pada level tersebut, pergerakan harga TBS menjadi salah satu indikator penting bagi pendapatan petani sawit di Kaltim.
Pemprov Kaltim Soroti Peran Kemitraan
Meski harga mengalami penguatan, pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga mekanisme kemitraan antara petani dan perusahaan pemilik pabrik kelapa sawit (PKS).
Arief mengatakan daftar harga yang ditetapkan pemerintah menjadi standar bagi petani yang telah bermitra dengan perusahaan PKS di Kaltim, khususnya petani plasma.
Karena itu, hubungan antara kelompok tani dan perusahaan pengelola PKS dinilai perlu terus diperkuat agar harga TBS di tingkat petani tetap terjaga.
“Dengan kemitraan yang baik, harga TBS di tingkat petani dapat lebih terjaga dan tidak lagi dipermainkan oleh tengkulak,” tegasnya.
Kenaikan harga TBS diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi daerah yang bergantung pada sektor perkebunan kelapa sawit.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
