Hasil Survei Mayoritas Pendapatan Driver Ojol Tertinggi Rp 100 Ribu Per Hari

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Sebagian besar pengemudi ojek online (ojol) tak pernah lagi mendapat bonus dari aplikator. Hal itu berdasarkan survei yang dilakan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub)

“Pengemudi mengaku jarang mendapatkan bonus (52,08 persen) dari aplikator dan sebagian besar menyatakan tidak pernah (37,40 persen) mendapatkan bonus dari aplikator. Sementara untuk mendapatkan tip dari penumpang juga jarang (75,79 persen),” ungkap Djoko.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno mengatakan, dari survei yang dilakukan bahkan sekitar 37,40 persen driver menyatakan tak pernah mendapatkan bonus.

“Pengemudi mengaku jarang mendapatkan bonus (52,08 persen) dari aplikator dan sebagian besar menyatakan tidak pernah (37,40 persen) mendapatkan bonus dari aplikator,” ujarnya

Begitun pengguna ojol atau penumpang juga jarang memberikan tip kepada driver. “Sementara untuk mendapatkan tip dari penumpang juga jarang (75,79 persen),”ujarnya

Bahkan yang juga cukup memprihatinkan kata Djoko, adalah soal pendapatan per hari pengemudi ternyata hampir sama dengan biaya operasionalnya.

“Terbanyak rata-rata pendapatan per hari Rp 50 ribu – Rp 100 ribu (50,10 persen) dan biaya operasional per hari terbanyak kisaran Rp 50 ribu – Rp 100 ribu (44,10 persen),” ujarnya.

Survey dilakukan rentang waktu 13 – 20 September 2022 dengan media survei online. Sampling adalah penduduk Jabodetabek pengguna ojek online dengan metode sampling kurang 5 persen.

Wilayah survei Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi. Sebanyak 2.655 responden masyarakat pengguna ojek online dan 2.016 responden mitra ojek online.

Aplikasi yang paling sering digunakan adalah Gojek (59,13 persen), diikuti Grab (32,24 persen), Maxim (6,93 persen), InDriver (1,47 persen) dan lainnya (0,23 persen).

Sistem pembayaran yang disukai cash dan uang elektronik (41,69 persen), uang elektronik (32,532 persen) dan cash (25,69 persen).

Baca juga ini :  Pekan Ini Pemerintah Rampungkan Peraturan Turunan UU Cipta Kerja

Frekuensi menggunakan ojek online per minggu tervanyak 1 – 3 hari per minggu (50,24 persen).

Suara.com

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.