Site icon IniBalikpapan.Com

Ini Sebabnya Jumlah Kasus Kematian Terpapar Covid-19 Tinggi di Balikpapan

Andi Sri Juliarty

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Kasus kematian karena terpapar covid-19 di Kota Balikpapan sangat tinggi. Bahkan laporan Satgas Penanganan Covid-19 menyebutkan, sudah 519 orang yang meninggal dunia hingga Selasa (16/03).

Hari ini ada 3 pasien yang meninggal yakni laki-laki 56 tahun, laki-laki 65 tahun dan laki-laki usia 46 tahu. Namun Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty justru mengklaim hasil evaluasi ada penurunan kematian.

“Jadi sebenarnya kalau total kita mengevaluasi per minggu kasus kematian juga turun,” ujar Andi Sri dalam Konfrensi Pers, Selasa (16/03).

“Tiga hari lalu berturut-turut kosong tidak ada kematian dan sekarang baru ada lagi (3 kasus kematian) seperti itu,”

Dia mengatakan, rata-rata pasien yang meninggal dunia usia lansia. Sehingga Pemerintah mempercepat program vaksinasi untuk lansia. Bahkan di Kota Balikpapan sudah ada yang disuntik dosis kedua 90 orang.

“Dari sisi usia memang kita lihat dari 60-70 tahun yang meninggal. Jadi memang perlindungan terhadap lansia sangat perlu. Itulah kenapa dari pusat diarahkan vaksinasi lansia dipercepat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, rata-rata yang meninggal memiliki penyakit bawaan atau komorbit sehingga makin memperparah. “Agak sulit tenaga kesehatan di RS agak sulit mernolong lansia karena rata-rata ada penyakit penyerta,” ujarnya

“Jadi bukan hanya covid-19 saja. Ada penyakit lain yang akhirnya saling konplikasi, inilah yang mempercepat kematian,”

Hanya dengan vaksinasi dan disiplin menerapkan protocol kesehatan khususnya memakai masker, mencuci tangan dan menjauhi kerumunan serta mengurangi kontak dengan orang lain yang efektif cegah covid-19

“Kita usahakan bagaimana melindungi lansia, kita baik dengan vaksinasi maupun dengan 3M nya,” ujarnya.

Wali Kota Rizal Effendi juga meminta lansia yang terpapar covid-19 agar segera dilaporkan sehingga bisa segera ditangan. “Jangan terlambat melaporkan ke fasilitas kesehatan, karena kalau terlambat poenanganannya lebih sulit,” ujarnya

Comments

comments