Juara MTQ Nasional Dapat Bonus Rp100 Juta dari Pemprov Kaltim, Ini Rinciannya
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tetap memberikan apresiasi kepada seluruh kafilah yang telah berjuang membawa nama daerah pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional.
Tak hanya peserta yang berhasil meraih juara, kafilah yang belum mendapatkan gelar juga tetap memperoleh bonus sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengatakan, bonus diberikan berdasarkan capaian masing-masing peserta.
Peraih juara pertama mendapatkan bonus Rp100 juta, juara kedua Rp50 juta, juara ketiga Rp25 juta, sedangkan juara harapan memperoleh Rp10 juta.
“Apresiasi kepada kafilah Kaltim, Pak Gubernur memberikan untuk juara satu Rp100 juta, juara dua Rp50 juta, juara tiga Rp25 juta, serta juara harapan Rp10 juta,” ujar Sri Wahyuni.
Menurutnya, penghargaan tidak berhenti bagi peserta yang berhasil membawa pulang gelar. Enam peserta Kaltim yang belum mendapatkan gelar juara juga akan memperoleh bonus.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap proses perjuangan seluruh kafilah yang telah mengikuti kompetisi.
37 dari 56 Kafilah Kaltim Tembus Final
Pada MTQ Nasional kali ini, Kaltim mengirimkan 56 kafilah untuk mengikuti berbagai cabang perlombaan. Dari jumlah tersebut, 37 kafilah berhasil melaju ke babak final.
“Dari 56 kafilah Kaltim di semua cabang, 37 yang masuk final,” kata Sri Wahyuni.
Capaian tersebut dinilai menjadi bagian dari hasil pembinaan qari, qariah, hafiz dan hafizah di Kaltim.
Namun, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan baru dalam menjaga kesinambungan pembinaan. Pelaksanaan MTQ Nasional yang kini digelar setiap tahun membuat waktu persiapan antarkompetisi menjadi jauh lebih pendek.
“Biasanya kita melaksanakan MTQ dua tahun sekali. Kita punya persiapan yang cukup untuk membina kafilah kita. Tetapi karena sekarang setiap tahun, semua daerah juga punya persoalan yang sama,” jelasnya.
Kaltim Mulai Rancang Persiapan MTQ 2027
Perubahan pola pelaksanaan tersebut membuat Kaltim harus bergerak lebih cepat.
Jika sebelumnya pembinaan memiliki jeda waktu lebih panjang, kini persiapan untuk ajang berikutnya harus dilakukan ketika rangkaian MTQ tahun berjalan belum sepenuhnya selesai.
Sri Wahyuni mengatakan, persiapan menghadapi MTQ Nasional 2027 di Jakarta bahkan mulai dirancang sejak akhir 2026.
Pembinaan dan pelatihan akan dilakukan lebih awal sehingga para calon kafilah memiliki waktu lebih panjang untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengevaluasi kekurangan dari kompetisi sebelumnya.
Pembinaan juga mencakup cabang hafalan Al Quran dengan berbagai tingkatan, mulai dari hafalan satu juz hingga 30 juz.
“Untuk hafiz, dari satu juz hingga 30 juz,” ujarnya.
Pemprov Kaltim berharap hasil MTQ Nasional kali ini tidak hanya dilihat dari jumlah gelar yang diraih, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pembinaan.
Dengan waktu persiapan yang semakin singkat, Kaltim dituntut menjaga kesinambungan pembinaan agar kualitas qari, qariah, hafiz dan hafizah tetap berkembang serta mampu bersaing pada MTQ Nasional 2027. ***
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
