Kaltim Terancam Kekeringan, Paser Catat 69 Hari Tanpa Hujan
SAMARINDA, Inibalikpapan.com – Kalimantan Timur (Kaltim) menghadapi ancaman kekeringan di tengah rendahnya curah hujan pada awal Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Kaltim hanya mendapat curah hujan kategori rendah hingga 10 Oktober 2026.
Yang paling mencolok terjadi di Kabupaten Paser, yang mencatat periode tanpa hujan terpanjang hingga 69 hari berturut-turut.
BMKG Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda mencatat Paser, Kutai Kartanegara dan Samarinda menjadi sejumlah wilayah yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori kekeringan ekstrem.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan secara umum sebagian besar wilayah Kaltim diprediksi mengalami curah hujan kategori rendah.
“Prediksi deterministik curah hujan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Timur diprediksi akan mengalami curah hujan kategori Rendah (0–50 mm),” kata Riza, dikutip dari laman Pemprov,
Paser Sudah 69 Hari Tanpa Hujan
Catatan BMKG menunjukkan kondisi paling serius berada di Batu Enggau, Kabupaten Paser.
Wilayah tersebut tercatat mengalami 69 hari berturut-turut tanpa hujan.
Kondisi ini masuk kategori Hari Tanpa Hujan Kekeringan Ekstrem dan menjadi salah satu indikator kuat bahwa sebagian wilayah Kaltim menghadapi periode kering yang panjang.
Selain Paser, wilayah Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda juga tercatat mengalami kondisi HTH dengan kategori kekeringan ekstrem.
Mayoritas Kaltim Diprediksi Hujan Rendah
Untuk periode 1–10 Oktober 2026, BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Kaltim mengalami curah hujan kategori Rendah, yakni 0–50 milimeter.
Peluang terjadinya hujan di sebagian besar wilayah tersebut diprakirakan mencapai lebih dari 90 persen, meski jumlah curah hujannya diprediksi tetap rendah.
Sementara wilayah barat laut Kaltim berpotensi mendapat curah hujan lebih tinggi.
Beberapa wilayah Kabupaten Berau bagian barat, Kutai Timur bagian barat laut, dan Mahakam Ulu bagian barat diprakirakan mengalami curah hujan kategori Menengah.
Untuk Berau bagian barat dan Kutai Timur bagian barat laut, peluang hujan berada di kisaran 60–70 persen.
Sifat Hujan Kaltim Didominasi Bawah Normal
BMKG juga memprakirakan sifat hujan di sebagian besar wilayah Kaltim berada pada kategori Bawah Normal, dengan persentase sekitar 0–50 persen.
Artinya, curah hujan yang terjadi diprakirakan berada di bawah kondisi normal untuk periode tersebut.
Hanya sebagian kecil wilayah Berau bagian barat dan Kutai Timur bagian barat laut yang diprediksi mengalami sifat hujan kategori Normal, yakni sekitar 84–115 persen.
Kondisi tersebut membuat perkembangan cuaca dan potensi hujan perlu terus dipantau, terutama di wilayah yang sudah mengalami periode tanpa hujan panjang.
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
