Covid-19 / Ilustrasi
Covid-19 / Ilustrasi

Kasus Covid-19 Melonjak, Perusahaan Non Esensial Diminta Menerapkan WFH

JAKARTA, Inibalikpapan.com Sebagai upaya mencegah penuloaran covid-19 yang saat ini melanjak,  Anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati mendesak perusahaan non esensial segera menerapkan sistem bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

“Kenaikan kasus Covid-19 menjadi perhatian semua kalangan termasuk dunia usaha. Presiden Joko Widodo telah mengimbau dengan sangat jelas bahwa bagi pekerja yang bisa menerapkan WFH, segera dilaksanakan,” ujarnya dilansir dari laman parlemen.

“Mengingat kasus positif Covid-19 meningkat dengan terus meningkatnya transmisi lokal varian Omicron,”

Menurutnya, kebijakan pemerintah sudah jelas bahwa hanya sektor esensial yang masih bisa beroperasi normal dengan protokol kesehatan ketat.

“Komisi IX mendukung seluruh program safety net untuk siap dilaksanakan membantu masyarakat yang terdampak,” tuturnya.

Pihaknya  telahmengusulkan agar pemerintah menjadikan data bed occupancy rate (BOR) atau tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 di rumah sakit sebagai patokan dalam memutuskan pelaksanaan PPKM.

Kata dia, pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi pengendalian pandemi di bidang kesehatan yang juga memikirkan keberlangsungan dunia usaha.

Terus beroperasinya 11 sektor bidang usaha esensial menjadi salah satu langkah solutif agar seluruh denyut perekonomian terus berlanjut sembari memastikan pandemi terkendali.

“Kami masih yakin hanya dengan pengendalian pandemi dari sisi kesehatan dapat mendorong pemulihan ekonomi secara maksimal,” ujarnya

“Kami meminta dunia usaha sedikit bersabar sembari mendukung penuh upaya pemerintah dan parlemen mengendalikan pandemi sehingga perekonomian dapat pulih kembali,” pungkas Elva. (es)

Comments

comments

Baca juga ini :  PSBS Biak Termotivasi Raih Tiga Poin Lawan Selicin Minyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.