Konsumsi LPG di Pulau Sebatik Capai 30 Ribu Tabung per Bulan, Distribusi Masih Andalkan Kapal dari Tarakan

LPG (Foto: Pertamina)
LPG (Foto: Pertamina)

TARAKAN, Inibalikpapan.com – Kebutuhan LPG masyarakat di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), terus dijaga meski distribusinya menghadapi tantangan geografis. Pertamina saat ini memasok LPG ke Sebatik melalui jalur laut dengan titik pasok dari Kota Tarakan.

Sales Branch Manager Kaltim-Kaltara (Kaltimut) VIII Gas, Seftyan Reza Pangestu, mengatakan distribusi LPG ke Sebatik masih mengandalkan kapal dari Tarakan.

“Supply point-nya ada di Kota Tarakan. Kita bawa ke sana menggunakan kapal,” kata Seftyan, kepada inibalikpapan, Jumat 2 Oktober 2026.

Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kelancaran distribusi LPG ke wilayah perbatasan. Namun, Pertamina memastikan tantangan geografis tidak mengurangi upaya memenuhi kebutuhan energi masyarakat Sebatik.

Sebatik merupakan salah satu wilayah terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Karena itu, akses energi menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan masyarakat di kawasan perbatasan tetap terpenuhi.

Konsumsi LPG Sebatik Capai 30 Ribu Tabung per Bulan

Di tengah tantangan distribusi melalui jalur laut, kebutuhan LPG di Sebatik terbilang cukup besar.

Pertamina mencatat penyaluran LPG di Pulau Sebatik rata-rata mencapai 28.000 hingga 30.000 tabung per bulan.

Jumlah tersebut menjadi salah satu indikator tingginya kebutuhan energi masyarakat di wilayah perbatasan.

Seftyan mengatakan Pertamina terus mengoptimalkan penyaluran agar stok LPG tetap tersedia dan masyarakat dapat memperoleh energi, termasuk LPG bersubsidi, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Rata-rata 28.000 sampai 30.000 tabung per bulan. Itu yang kita jaga, optimalkan supaya kelancaran distribusi tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pertamina juga menegaskan komitmennya untuk menjaga akses energi hingga wilayah pelosok dan kawasan terluar Indonesia.

Warga Sebatik Mulai Beralih dari LPG Malaysia

Persoalan LPG di Sebatik tidak hanya berkaitan dengan distribusi. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, masyarakat Sebatik sebelumnya juga banyak menggunakan tabung LPG dari negara tetangga.

Namun, kondisi tersebut mulai berubah sejak program konversi LPG berjalan sekitar 2018-2019.

Seftyan mengatakan masyarakat Sebatik secara bertahap mulai beralih menggunakan produk LPG nasional yang disuplai Pertamina.

“Sejak mulai konversi sekitar tahun 2018-2019 itu, di Pulau Sebatik rata-rata masyarakat sudah beralih atau shifting ke produk LPG nasional yang disuplai oleh Pertamina,” jelasnya.

Pertamina juga tidak hanya memasok LPG 3 kilogram bersubsidi. Produk LPG nonsubsidi atau Bright Gas turut disalurkan ke Sebatik sebagai bagian dari diversifikasi produk.

Menurut Seftyan, harga LPG 3 kilogram yang disalurkan Pertamina diharapkan tetap menjadi pilihan yang lebih terjangkau bagi masyarakat dibandingkan LPG dari Malaysia.

Pertamina Pastikan Kualitas LPG Sesuai SNI

Peralihan masyarakat Sebatik ke produk LPG nasional juga dibarengi dengan jaminan kualitas produk.

Seftyan mengatakan secara spesifikasi, LPG pada dasarnya tidak memiliki perbedaan yang jauh karena kandungan utamanya sama, yakni propana dan butana.

Pertamina memastikan tabung LPG yang didistribusikan ke Sebatik memenuhi standar yang berlaku di Indonesia.

“Semua barang atau tabung kita yang kita kirim itu sama standarnya, yaitu sesuai dengan standar SNI yang berlaku di masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan kualitas LPG yang dikirim ke Sebatik dipastikan sama dengan produk yang disalurkan Pertamina ke wilayah Indonesia lainnya.

Pemeriksaan Dilakukan Sebelum LPG Disalurkan

Untuk memastikan kualitas produk, pengawasan dilakukan sejak LPG diterima di terminal hingga proses penyaluran.

Seftyan menjelaskan material LPG yang diterima Pertamina terlebih dahulu melalui proses pemeriksaan dan sertifikasi di terminal sebelum kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

Dengan mekanisme tersebut, Pertamina memastikan LPG yang dikirim ke wilayah Sebatik telah memenuhi standar sebelum masuk dalam rantai distribusi.

Krayan Belum Beralih ke LPG 3 Kg

Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di wilayah Krayan dan sekitarnya, Kabupaten Nunukan.

Pertamina menyebut wilayah tersebut saat ini belum melakukan konversi ke LPG. Masyarakat di kawasan tersebut masih menggunakan minyak tanah.

Namun, Pertamina membuka kemungkinan adanya penggunaan LPG 3 kilogram di Krayan pada masa mendatang.

Seftyan menegaskan Pertamina siap melakukan penyaluran dan distribusi apabila konversi LPG diterapkan di wilayah tersebut.

Komitmen tersebut mencakup wilayah 3T, termasuk kawasan pelosok dan perbatasan seperti Sebatik dan wilayah Nunukan lainnya.

Dengan kebutuhan Sebatik yang mencapai sekitar 30 ribu tabung per bulan, kelancaran distribusi melalui jalur laut dari Tarakan menjadi faktor penting untuk memastikan masyarakat di perbatasan tetap mendapatkan akses energi secara berkelanjutan.

Penulis : Amir Syarifuddin

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses