Latihan Hampir Setahun, Dua Wakil Kaltim Raih Juara I Nasional Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Senyum sumringah terpancar di kedua peserta MTQ asal Kaltim. Kerja keras selama hampir setahun berbuah manis bagi Hakki Maulana dan Nur Idilah Fitriya.
Dua wakil Kalimantan Timur itu berhasil meraih juara I nasional pada cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional di Jawa Tengah.
Bagi keduanya, kemenangan tersebut bukan sekadar pencapaian. Prestasi itu menjadi hasil dari proses panjang, mulai dari latihan rutin hingga pembinaan yang mereka jalani bersama para pelatih dan senior.
Baru Pertama Ikut MTQ Nasional Langsung Juara
Hakki mengatakan, keberhasilan tersebut membuat dirinya dan Nur Idilah merasa sangat bersyukur. Terlebih, keduanya baru pertama kali mengikuti kompetisi MTQ pada tingkat nasional.
“Alhamdulillah kami sama-sama mendapatkan juara satu terbaik nasional di Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an,” ujar Hakki.
Hakki mengungkapkan, persiapan menghadapi kompetisi dilakukan secara intensif selama kurang lebih 10 bulan. Hampir setiap bulan mereka mengikuti latihan dengan menghadirkan pelatih dan sejumlah senior yang dinilai memiliki pengalaman di bidang tersebut.
Menurut dia, dukungan pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjadi salah satu faktor penting dalam proses persiapan. Para peserta tidak hanya mendapatkan fasilitas latihan, tetapi juga kesempatan untuk belajar dari orang-orang yang memiliki pengalaman dan kompetensi di bidangnya.
“Di sini kami sangat berkembang, sangat belajar, dan bisa menjadi lebih baik tentunya,” katanya.
Senada disampaikan Nur Idilah. Perempuan asal Kutai Timur itu mengaku tidak menyangka dapat meraih juara pertama pada kompetisi nasional tersebut.
“Jujur enggak nyangka, seperti masih mimpi. Cuma alhamdulillah karena pemerintah kita juga memfasilitasi begitu bagusnya, pelatih-pelatihnya juga luar biasa,” ujarnya.
Nur Idilah dan Hakki masing-masing berasal dari daerah berbeda. Hakki merupakan wakil dari Kabupaten Paser, sedangkan Nur Idilah berasal dari Kabupaten Kutai Timur. Keduanya kemudian menjadi bagian dari perjuangan kontingen Kalimantan Timur di tingkat nasional.
Prestasi Tidak Lahir Secara Instan
Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persiapan yang panjang menjadi bagian penting dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional. Bagi keduanya, pengalaman pertama tampil di tingkat nasional justru berakhir dengan pencapaian tertinggi.
Kemenangan itu juga menjadi pengingat bahwa prestasi tidak selalu lahir secara instan. Ada proses, latihan, dukungan, serta keberanian untuk terus belajar di balik sebuah pencapaian.
Bagi Hakki dan Nur Idilah, gelar juara pertama bukan menjadi akhir perjalanan. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk terus mengembangkan kemampuan sekaligus membawa ilmu yang diperoleh selama pembinaan ke daerah masing-masing.
Kini mereka akan mendapatkan bonus juara 1 sebesar Rp100 juta dari pemerintah Provinsi Kaltim. Juara kedua Rp50 juta, juara ketiga Rp25 juta, sedangkan juara harapan memperoleh Rp10 juta
BACA JUGA
