Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Bambang saat meninjau pelabuhan Semayang Balikpapan, Jumat (25/11/2022_

Layanan Ekspor Impor Kini Hanya Hitungan Jam

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Layanan ekspor impor khususnya komoditas pertanian kini hanya hitungan jam. Hal itu disampaikan Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang saat kunjungan ke Balikpapan meninjau pelabuhan Semayang, Jumat (25/11/2022).

Dia mengatakan, hal itu sesuai dengan Inpres Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan Ekosistem Logistik Nasional yakni dalam melayani masyarakat harus efektif, efisien, transparan, cepat, cermat dan akurat.

Sinergitas antar stakeholder terkait khususnya di Pelabuhan mempercepat layanan ekspor impor. Khususnya sesuai tugas dan fungsi karantina dengan berlakunya Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019.

“Kita pingin mewujudkan bagimana bisa melayani pelaku usaha, masyarakat dengan cepat ditengah-tengah tugas pokok fungsi karantina pertanian. Juga mitra Pelabuhan lainnya,” ujar bambang disela-sela meninjau Pelabuhan Semayang Balikpapan didampingi jajarannya Karantina pertanian Balikpapan, Pelindo, dan stakeholder terkait.

“Sekarang ini sudah ada 1 jam, 2 jam, 3 jam, 8 jam (pengawalan KPK) rata-rata secara nasional sudah 2,94 hari, artinya tidak sampai 3 hari dulunya bisa 13-14 hari, dengan sinergitas. Kecuali ada tindakan wajib karantina karena risiko rendah atau risiko sedang maksimal 3 hari. Tindakan khusus karantina di Pelabuhan itu maksimum dalam waktu tiga hari,”jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk mempercepat pelayanan juga sudah diatur tugas-tugas karantina pertanian sesuai undang-undang. “Sehingga kita bisa melaksanakan tindakan karantina dengan baik.” ujarnya.

Pemerintah juga membangun kolaborasi dengan negara-negara tujuan khususnya untuk memastikan komoditas yang akan di impor aman. Bekerjasama dengan laboratorium setempat

“Kita harus jamin apakah produk itu aman dari negaranya, kemudian kita lakukan analisis resiko terhadap produk itu. Kemudian kita tetapkan laboratorium di negara asal untuk melakukan deteksi, untuk melakukan pengujian. Menjamin bahwa produk itu aman,” katanya.

Sebelumnya tidak, sehingga pelaku usah terbebani bahkan harus menunggu. Namun kini telah berbeda, setelah laboratorium negera asal sudah memastikan aman produk sudah bisa langsung ke tangan pemilik.  

Baca juga ini :  Hipertensi Tertinggi Penyebab Penyakit dengan Total 10.342 Kasus Bagi Jemaah Haji

“Kita hanya mengambil sampel kemudian produk itu bisa berjalan sehingga gak perlu waktu lama. Kalau ada masalah, produk itu harus kita tarik kembali kemudian kita menyampaikan juga keberatan kepada laboratorium yang menjamin produk itu,” ujarnya.

Terkait kunjungan ke Balikpapan adalah bagian dari tugas evaluasi pelaksanaan kinerja strategi nasional pencegahan praktek KKN terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat secara cepat, cermat, akurat sesuai dengan aturan dan tugas pokok karantina bersama mitra pelabuhan.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.