Maarten Paes Bangga: 5 Clean Sheet dalam 6 Laga Timnas Indonesia

Maarten Paes / PSSI
Maarten Paes / PSSI

JAKARTA, Inibalikpapan.com – Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes melontarkan pujian kepada barisan pertahanan Garuda setelah berhasil menahan Malaysia tanpa gol meski harus bermain dengan 10 pemain.

Paes secara khusus mengapresiasi perjuangan Calvin Verdonk dan Dean James yang berulang kali menjadi penghalang tembakan pemain Malaysia.

Bagi Paes, kemampuan Indonesia mempertahankan gawang tetap perawan dalam situasi sulit menjadi bukti solidnya organisasi pertahanan Garuda.

“Jika Anda harus bermain dengan 10 orang begitu awal, Anda tahu tim akan banyak bertahan sepanjang laga. Dan saya sangat bangga,” kata Paes.

Ia menyoroti momen pada menit-menit akhir pertandingan ketika seluruh pemain Indonesia bahu-membahu mengamankan gawang.

“Jika Anda melihat sepak pojok terakhir, semua orang memblok bola dan mengamankan clean sheet, ini sangat penting. Saya pikir dalam enam laga terakhir kami mencatatkan lima clean sheet. Itu menjelaskan banyak hal tentang tim kami,” ujarnya.

Paes Tak Mau Terjebak Kartu Merah Haye

Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye diganjar kartu merah.

Namun, Paes memilih tidak memperpanjang perdebatan mengenai keputusan wasit tersebut.

Ia mengaku belum melihat tayangan ulang insiden yang membuat Haye diusir dari lapangan.

“Saya tidak melihat tayangan ulang, jadi seperti yang pelatih katakan, Anda harus mengontrol apa yang bisa Anda kontrol,” tutur Paes.

Menurutnya, keputusan tersebut sudah menjadi bagian dari pertandingan dan yang lebih penting adalah respons seluruh pemain setelah kehilangan satu orang.

“Saat itu wasit memutuskan hal tersebut, saya tidak bisa mengatakan apa-apa tentang itu. Seperti kata pelatih, Anda harus bangga dengan respons tim,” katanya.

SUGBK Jadi Kekuatan Tambahan Indonesia

Selain perjuangan pemain di lapangan, Paes menilai dukungan puluhan ribu suporter di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) menjadi faktor penting bagi Indonesia.

Ketika harus bertahan dengan 10 pemain, atmosfer stadion membuat para pemain tetap mendapatkan energi tambahan.

Paes bahkan menyebut suasana sebelum dan sesudah pertandingan menghadirkan pengalaman khusus bagi para pemain.

“Ini adalah malam spesial lainnya di Gelora Bung Karno. Anda merinding saat berjalan ke lapangan, melihat lagu kebangsaan dinyanyikan bersama, dan merinding setelah pertandingan saat kami menyanyikan ‘Tanah Airku’,” ungkapnya.

Paes pun berharap dukungan suporter terus mengalir pada pertandingan terakhir.

“Saya ingin mengajak semua orang untuk terus datang mendukung kami di laga terakhir agar kita bisa menyelesaikannya bersama-sama,” ujarnya.

Hasil imbang melawan Malaysia membuat Indonesia tetap harus berjuang pada pertandingan terakhir fase grup untuk memastikan langkah berikutnya di FIFA ASEAN Cup 2026.

Editor : Abraham Johan

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses