Maarten Paes Ingin Bawa Indonesia Juara ASEAN Cup di Hadapan Suporter Garuda
JAKARTA, Inibalikpapan.com — Maarten Paes memasang target tinggi bersama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Penjaga gawang berusia 28 tahun itu ingin membawa Garuda meraih trofi di hadapan puluhan ribu suporter sendiri.
Bagi Paes, gelar juara bukan sekadar pencapaian dalam karier. Ia ingin mempersembahkannya kepada masyarakat Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir memberikan dukungan besar kepada Timnas.
“Bagi saya, tujuannya adalah memenangkan trofi. Saya ingin sekali meraih gelar di hadapan suporter sendiri, untuk membalas seluruh dukungan mereka selama beberapa tahun terakhir,” ujar Paes dalam wawancara eksklusif dengan FIFA.
Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 Divisi 1 dan berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura dan Bangladesh.
Dari Jeddah, Paes Jatuh Hati pada Garuda
Hubungan emosional Paes dengan Indonesia semakin kuat sejak menjalani debut bersama Garuda pada 2024.
Debut itu terjadi ketika Indonesia menghadapi Arab Saudi dalam Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 di Jeddah.
Saat pertama kali mengenakan jersey dengan lambang Garuda dan mendengar lagu kebangsaan Indonesia, Paes mengaku merasakan pengalaman yang sulit dilupakan.
“Momen pertama yang membuat saya merinding adalah lagu kebangsaan.”
Atmosfer suporter Indonesia juga meninggalkan kesan mendalam. Paes bahkan melihat dukungan terhadap Garuda begitu besar hingga menurut pengamatannya jumlah suporter Indonesia di stadion ketika itu melampaui pendukung tuan rumah.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia bermain imbang 1-1. Paes turut menjadi sorotan setelah menggagalkan penalti Arab Saudi pada babak kedua.
Sehari kemudian, ia terbang ke Jakarta dan kembali merasakan antusiasme suporter Garuda.
Paes kemudian tampil sebagai Man of the Match ketika Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Australia.
“Itu adalah pekan impian saya.”
Lagu Tanah Airku Mengingatkan pada Nenek
Kedekatan Paes dengan Indonesia juga memiliki sisi personal.
Beberapa bulan sebelum debutnya bersama Garuda, ia kehilangan neneknya. Sang nenek menjadi sosok yang memperkenalkan Paes kepada budaya Indonesia.
Salah satu kenangan yang paling melekat adalah lagu “Tanah Airku”.
“Setiap kali mendengar lagu itu, saya teringat kenangan bersama nenek saya.”
Kenangan tersebut membuat pengalaman membela Indonesia memiliki arti lebih dari sekadar pertandingan sepak bola bagi Paes.
“Garuda Menang, Bukan Saya atau Emil”
Di level tim nasional, Paes juga menghadapi persaingan dengan Emil Audero.
Namun, persaingan antarkiper tidak boleh mengalahkan kepentingan tim. Paes menegaskan bahwa dirinya dan Audero tetap saling mendukung.
Menurutnya, semakin ketat persaingan, semakin besar dorongan seorang pemain untuk berkembang.
“Semakin baik persaingan yang Anda hadapi, semakin besar dorongan untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.”
Paes kemudian menegaskan prinsip yang ingin ia pegang bersama Timnas Indonesia.
“Semakin bertambah usia, semakin penting bagi saya bahwa Garuda menang, bukan saya atau Emil.”
Ia merangkumnya dengan satu pesan: ego harus dikorbankan demi Garuda.
“Di Indonesia, kita mengatakan bahwa kita harus mengorbankan ego demi Garuda. Dan itulah yang kami lakukan.”
ASEAN Cup Jadi Bekal Menuju Piala Asia
Paes melihat FIFA ASEAN Cup bukan hanya sebagai turnamen regional.
Menurutnya, kesempatan mempertemukan pemain-pemain yang berkarier di Eropa, Amerika Serikat dan berbagai negara lain dapat meningkatkan kualitas sepak bola Asia Tenggara.
“Ini perkembangan yang baik, bukan hanya untuk Indonesia, tetapi juga seluruh negara yang berpartisipasi. Hal ini akan meningkatkan level sepak bola Asia Tenggara.”
Bagi Paes, target Indonesia di turnamen tersebut jelas: juara.
Namun, ia juga melihat ASEAN Cup sebagai momentum untuk membangun kepercayaan diri sebelum menghadapi tantangan lebih besar di Piala Asia yang akan digelar di Arab Saudi pada Januari mendatang.
“Tujuan pertama adalah memenangkan trofi di sini dan membangun perasaan yang sangat baik menuju Piala Asia.”
Ingin Angkat Trofi di Hadapan Suporter Garuda
Setelah merasakan atmosfer pertandingan kandang melawan tim-tim seperti Australia, Bahrain, Jepang dan Arab Saudi, Paes tahu betapa kuatnya dukungan publik Indonesia.
Kini ia ingin merasakan kembali atmosfer tersebut dalam ASEAN Cup.
Bukan hanya untuk bermain, tetapi untuk menciptakan sejarah baru bersama Garuda.
“Ketika memikirkan pertandingan kandang melawan Australia, Bahrain, Jepang, dan Arab Saudi, kami telah menorehkan sejarah. Mengenang momen-momen itu selalu membuat saya merinding.”
Paes ingin perjalanan tersebut berujung pada sebuah trofi.
Sebab baginya, sepak bola bukan semata soal pencapaian individu. Yang paling penting adalah hubungan antara pemain, tim dan suporter.
“Perasaan terhubung dengan tim dan suporter adalah hal terindah dalam sepak bola.”
Editor : Abraham Johan
BACA JUGA
