Syaiful salah satu penjual mie ayam yang menggunakan gas metana untuk berjualan

Manfaatkan Gas Metana TPA Manggar, Penjual Mie Ayam Bisa Berhemat

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Dampak adanya pengolahan gas metana yang dilaksanakan di Tempat Pemerosesan Akhir (TPA) Manggar bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dirasakan banyak pihak, salah satunya Syaiful pelaku UMKM yang keseharian berjualan mie ayam.

Syaiful mengaku, baru dua bulan terakhir ini mulai menggunakan gas metana untuk memasak dan berjualan, sebelum berpindah menggunakan gas metana, ia pengguna setia gas elpiji 3 kg.

“Sejak pindah dari gas elpiji 3 Kg ke gas metana sangat membantu, sebelumnya boros karena gas elpijinya harus dipakai terus menerus,” ujar Syaiful kepada Inibalikpapan.com, Sabtu (30/7/2022).

Sebagai penjual mie ayam, kompor harus tetap menyala sambil menunggu pelanggan datang membeli, bayangkan kalau pakai gas elpiji bisa bertabung-tabung gas yang digunakan.

“Dulu waktu masih pakai gas elpiji 3 Kg sehari bisa gunakan 2 tabung, dengan harga yang cukup tinggi,” akunya.

Untuk harganya, Syaiful mengaku karena dia beli dipengecer bisa mencapai Rp30 ribu untuk satu tabung gas elpiji 3 Kg,  kalau dua tabung yang digunakan dalam sehari Syaiful bisa mengeluarkan uang capai Rp 60 ribu cuma untuk beli gas elpiji 3 Kg.

“Beda kalau gunakan gas metana, mau pakainya banyak tetap perbulan cuma bayar Rp 10 ribu,” akunya.

Diakui Syaiful dampak penggunaan gas metana sangat besar dirasakannya, jika dalam sehari perlu mengeluarkan modal mencapai Rp300 ribu untuk keperluan beli bahan baku mie ayam dan gas elpiji, tapi sangat berkurang pada saat menggunakan gas metana hanya perlu modal awalnya Rp 240 ribu untuk jualan mie ayam, hemat Rp 60 ribu dalam sehari.

“Pembeli juga cukup banyak, karena wilayah Manggar ini berbukit-bukit, pembeli kadang ada yang pesan online jadi kami  mengantarkan langsung ke rumah-rumah warga,” akunya.

Baca juga ini :  108 Anak Balikpapan Ikuti Khitanan Massal Gratis BDI PHKT dan PHI

“Apalagi jika musim penghujan, sehari bisa melayani hingga 50 mangkok mie ayam,” sambung pria ramah ini.

Head of Communication Relations & CID PHM Pertamina Hulu Mahakam, Frans Alexander

Tak bisa dipungkiri Gas metana yang diproses dari TPA Manggar banyak dirasakan manfaatnya bagi warga dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya untuk sumber bahan bakar untuk memasak.

Head of Communication Relations & CID PHM Pertamina Hulu Mahakam, Frans Alexander A Hukom menambahkan, program Wasteco gas metana merupakan inisiasi PT PHM bekerjasama dengan UPTD TPA Manggar.

“Jadi kita liat ada potensi gas metana dari tumpukan sampah yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan rumah tangga warga sekitar TPA,” ungkap Frans Alexander.

Frans menjelaskan, saat ini sampah dari kota Balikpapan yang terkumpul di TPA Manggar sebanyak 132 ribu ton per tahun atau 350-400 ton per hari, dari tumpukan sampah ini ada potensi menghasilkan gas metana sebesar 2,2 juta M3 per tahun.

“Nah, pemanfaatan gas metana ini tentunya mampu mengurangi ketergantungan masyarakat di sekitar wilayah Kelurahan Manggar ini, terhadap penggunaan tabung gas elpiji 3 kg, dimana satu keluarga bisa sekitar 3 tabung bahkan untuk UMKM bisa 10 sampai 20 tabung per bulan,” jelasnya.

Untuk menyalurkan gas metana ke masyarakat PHM, katanya, telah membangun sepanjang 6.640 meter pipa distribusi, sehingga dapat menyalurkan gas metana sebanyak 462.680 M3 per tahun digunakan oleh 200 keluarga. Pada tahun ini PHM akan memperluas pemanfaatan gas metana dengan membangun 100 jalur distribusi.

“Tentunya dalam mengalirkan dan mendistribusikan gas metana kami membangun manifold dinikmati 200 keluarga meminimalisir resiko ledakan akibat tekanan gas kami bangun 7 flaring di lokasi tersebut,” tuturnya.

Dimana pada tahun di 2022 sambungan itu ditargetkan sudah mencapai 300 sambungan ke rumah-rumah disekitar TPA Manggar.

Baca juga ini :  DPRD Balikpapan Setujui Anggaran Dialihkan Berdasarkan Skala Prioritas

“Tahun ini selain kita memperkuat kelompok pengelola gas metana ini teemasuk UMKM disekitar TPA Manggar dan menambah target 100 sambungan lagi, sehingga diharapkan akhir tahun 2022 tersambung 300 sambungan ke rumah rumah warga,” akunya.

Kepala UPT TPA Manggar, Muhammad Haryanto

Sementara itu, Kepala UPT TPA Manggar Muhammad Haryanto mengatakan, Gas metana dimanfaat warga mencapai 215 Kepala Kelaurga (KK) dari data 2021 dan ini terus bertambah, karena targetnya dengan PT PHM bisa capai 300 KK.

“Kalau iuran dari kelompok pengelola gas metana dari warga sendiri dibentuk mereka tarik Rp 10 ribu tiap bulannya,” akunya.

Kata Haryanto, pemanfaatan gas metana bukan hanya untuk rumah tangga tapi juga untuk pedagang dan pelaku UMKM, bahkan ada pabrik tahu dan warung bakso memanfaatkan gas metana.

Di TPA Manggar dengan luas 45 hektar didalamnya juga ada fasilitas utama sanitasi refile untuk menumpuk sampah yang masuk ke TPA Manggar luasnya 17 hektar, fasilitas lain ada titik edukasi lingkungan, juga ada kantor dan area TPS 3R,  ada komposting, kafe dan sauna.

“Untuk sauna lebih banyak dimanfaatkan di internal pekerja TPA,” akunya.

Ketua kelompok pengelolaan gas metana Karti

Hal senada disampaikan, Ketua kelompok pengelolaan gas metana TPA Manggar, Karti mengaku, awal mula gas metana ini disalurkan ke rumah-rumah warga pada tahun 2019 silam, kala itu dibentuk kelompok pengelolan gas metan awalnya hanya melayani dua RT yakni RT 36 dan RT 61 Manggar yang disalurkan 42 KK.

“Kemudian berkembang lagi ke RT 95 dan RT 97 Manggar, sekarang sudah mampu melayani 215 KK. Targetnya 2022 hingga 300 KK,” ujar Karti 

Karti menambahkan, saat dibentuk kepengurusan untuk pengelola gas metana biaya yang dibayarkan hanya Rp 10 ribu tiap bulannya, mau itu digunakan untuk usaha UMKM, pabrik atau rumah tangga tetap dikenakan biaya yang sama.

Baca juga ini :  Tahun Depan, Pemkot Bangun Koramil di Balikpapan Timur

“Belum ada rencana juga untuk menaikkan biaya, hanya saja untuk pemasangan ke rumah-rumah harus menyiapkan pipanya sendiri, sementara untuk pipa induknya disiapkan pihak pengelola,” jelasnya.

Adapun manfaat penggunaan gas metana untuk masak juga banyak, mulai dari tidak perlu antri gas elpiji, mengurangi pengeluaran pembelian gas elpiji yang biasa sampai 3 hingga 4 tabung perbulan yang biayanya bisa capai Rp150 ribuan.

“Sekarang cuma bayar Rp 10 ribu bisa dapat langsung gas metana untuk masak tanpa harus cari keliling gas elpiji,” pungkasnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.