Masih Cari Puluhan Korban, Penyelam Bangkai KM Virgo Hadapi Ancaman Penyakit

BANJARMASIN, inibalikpapan.com – Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki fase yang semakin menantang bagi tim penyelam. Mereka harus bekerja di sekitar bangkai kapal yang berada semakin dalam, dengan tekanan air yang lebih besar dan kondisi lingkungan yang berisiko.

Lebih dari 50 penyelam gabungan dikerahkan dalam operasi SAR hari ke-14. Mereka berasal dari Basarnas, TNI Angkatan Laut, dan sejumlah unsur potensi SAR lainnya.

Keselamatan penyelam menjadi perhatian tersendiri karena mereka telah melakukan penyelaman secara berulang selama lebih dari dua pekan.

Mayor Laut (K), dr. Doni Irawan, dari tim hiperbarik Lembaga Kesehatan Kelautan (Lakesla) TNI AL mengatakan kedalaman kapal menjadi salah satu faktor yang meningkatkan tekanan terhadap tubuh penyelam. “Kalau semakin dalam berarti tekanannya juga semakin kuat,” kata Doni.

Paparan tekanan tersebut dapat memicu penyakit akibat penyelaman, salah satunya decompression sickness atau penyakit dekompresi.

Kondisi itu berkaitan dengan gelembung gas nitrogen yang tersisa di dalam tubuh akibat perubahan tekanan. Gejalanya dapat berupa nyeri sendi dan, dalam kondisi berat, menyebabkan kelumpuhan.

“Risikonya yang jelas mereka bisa terkena penyakit penyelaman, yang paling tersering penyakit penyelaman adalah decompression sickness,” ujarnya.

Karena itu, tim hiperbarik Lakesla ikut memberikan dukungan medis selama operasi. Mereka membawa portable hyperbaric chamber untuk memberikan terapi oksigen hiperbarik kepada penyelam.

“Di bawah laut tekanannya sudah berbeda dengan kita di daratan. Jadi mereka tekanannya lebih berat dan juga perlu penyegaran, yaitu dengan terapi oksigen hiperbarik,” kata Doni.

Terapi tersebut berlangsung lebih dari dua jam dengan tekanan yang disetarakan dengan kedalaman 18 meter.

Selain persoalan tekanan, penyelam juga berhadapan dengan kondisi lingkungan di sekitar bangkai kapal. Selama proses pencarian dan evakuasi korban, tubuh mereka dapat bersentuhan dengan berbagai material dan bakteri.

Doni mengatakan penyelam langsung dibersihkan setelah kembali ke permukaan.

“Setiap kali mereka naik ke darat mereka disuruh dibersihkan, dicuci, disemprot dengan air bersih supaya bakteri-bakteri menempel di badan itu bisa hilang,” ujarnya.

Meski menghadapi risiko tersebut, kondisi para penyelam sejauh ini masih cukup baik.

“Sejauh ini masih cukup baik, mudah-mudahan mereka tetap semangat, tetap menjaga kesehatan dan sesuai dengan SOP prosedur tentang penyelaman tersebut,” kata Doni.

Dukungan medis tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga agar operasi pencarian korban tetap berjalan tanpa menambah korban dari unsur penyelamat.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses