Murid SD 006 Balikpapan Tengah Belajar Membatik di Batik Shaho

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Sebanyak 34 orang murid Sekolah Dasar 006 Balikpapan Tengah, kembali melakasanakan tur edukasi. Kali ini mereka diperkenalkan bagaimana proses pembuatan batik baik melalui proses tulis ataupun dengan metode pengecapan.

Setibanya murid kelas 5 di rumah batik Shaho kawasan Untri Balikpapan Utara, rombongandisambut oleh pemiliknya Supartono.

Murid-murid yang didampingi guru dan sejumlah orang tua mendapat penjelasan dari pemilik tentang proses pembuatan di awali dengan mengenal sejumlah alat canting,  cetak lalu membuat pola dengan menulis atau mencetak kemudian mewarnai hingga pemanasan dan pengeringan.

Suhartono juga mengatakan mahal tidaknya harga batik, dilihat proses pembuatan dari tingkat kesulitan penulisan batik itu.

“Mengapa batik tulis menjadi mahal karena dibutuhkan keahlian khusus untuk menulis atau menggambarnya jika tidak teliti maka tidak menghasilkan batik yang baik,”katanya saat kunjungan siswa SD 006 Balikpapan Tengah (15/12/2018).

Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias terlebih lagi mereka diberikan kesempatan untuk mencetak dan mewarnai batik dengan karya sendiri. Sebagaimana yang dipesankan oleh kepala sekolah, Jaka pramono ketika melepas para murid mengikuti kegiatan tersebut ia berharap agar anak- anak bisa belajar seni membatik.

“Anak-anak harus mampu berkarya dan belajar, karena ini adalah sebuah pelajaran yang tidak kita dapatkan disekolah,” ujarnya

Selain murid dan guru kegiatan ini juga diikuti oleh sejumlah orangtua murid.
Seorang tua murid Andi Noorhasanah mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertama baginya dan tentunya memberikan kesan tersendiri baik orang tua, guru maupun murid.

” Ini pengalaman perdana buat saya, dan ternyata membuat batik ini ga gampang, tapi saya senang karena bisa membuat batik sendiri dan akan makin cinta dengan batik”katanya.

Baca juga ini :  Godok Raperda Jaminan Produk Halal, Dewan Gandeng Unibraw Susun Naskah Akademik

Batik Shaho Balikpapan berdiri sejak  1996 yang nama-Nya diambil dari akronim nama masing-masing anggota keluarga yakni Supartono, Haryati, Ardhy, Hendry dan OOky

Usaha batik Shaho dikerjakan oleh-oleh delapan karyawan dengan model printing dan cap.  ” Motif yang paling disenangi motif Kaltim, ” sebut Supartono. 

” 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.