Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius PrasetyaIchiarto.

Pelajar Peduli Stunting Kaltim Bisa Ditiru Provinsi Lain

BALIKPAPAN, Inibalikapan.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengapresiasi  Pemerintah Provinsi Kaltim menggelar launching Pelajar Peduli Stunting.

Launching di gelar dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di Hotel Gran Senyiur Balikpapan, Jumat (04/11/2022).

“Ini lebih ke pencegahannya, karena ini anak-anak remajanya, Jadi saya apresiasi betul di k\Kaltim,”ujar Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius PrasetyaIchiarto.

Dia mengatakan, Pemerintah menargetkan hingga 2024 angka prevalensi stunting turun hingga 14 persen. Karenanya diharapkan, dengan Pelajar Peduli Stunting sebagai upaya pencegahan sedini mungkin.

“Jadi jangan sampai 14 persen tercapai tapi muncul lagi yang baru kalua anak-anak remajanya tidak terpapar terkait bahaya stunting. Kegiatan kita ini pencegahan,” ujarnya

“Kalau untuk mahasswa kita punya mahasiswa peduli stunting, tapi kalau di Kaltim, Pelajar Peduli Stunting. Jadi ini ide yang luar biasa bahwa SMA SMK itu punya kepdulian terhadap stunting,”

Kata dia, Pelajar Peduli Stunting bukan tidak mungkin menjadi proram nasional. Sehingga ditularkan ke provinsi lain, dalam upaya pencegahan stunting sedini mungkin.

“Jadi saya apresiasi betul di Kaltim, karena baru kali ini muncul pelajar stunting di dalam kerangka sekolah siaga kependudukkan. Kita akan upayakan (program) ini dibawa ke nasional,” ujarnya

“Kalau bagus kenapa gak kita tiru, kita tularkan dengan provinsi-provinsi lain,”

Dia cukup optimis Kaltim akan bebas stunting pada 2024, jika upaya pencegahan terus dilakukan. “Saya yakin Kaltim akan bebas stunting di 2024,” pungkasnya.

Comments

comments

Baca juga ini :  Ops Zebra Mahakam 2020, Polresta Balikpapan Gelar Bakti Sosial dan Bedah Rumah Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.