Pelaku Seni di Balikpapan Mulai Gunakan QRIS, Dorong Ekonomi Kreatif Lebih Modern dan Inklusif

BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com — Upaya memperkuat digitalisasi ekonomi kreatif di Kota Balikpapan terus diperluas. Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) menghadiri kegiatan Edukasi Sinergi QRIS, Pelindungan Konsumen, Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah, sekaligus Launching QRIS Pelaku Seni yang digelar di Taman Bekapai, Minggu (17/5/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 19.00 Wita itu menjadi bagian dari sinergi antara Pemerintah Kota Balikpapan bersama Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan dalam memperluas pemanfaatan transaksi digital di kalangan pelaku seni dan industri kreatif lokal.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan transformasi digital saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan telah menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, kehadiran QRIS bagi pelaku seni musik lokal memberikan kemudahan transaksi yang lebih cepat, aman, dan praktis, baik bagi masyarakat maupun para musisi yang tampil di berbagai ruang publik dan kegiatan hiburan kota.

“Digitalisasi ini membuka peluang baru bagi pelaku seni untuk berkembang. Transaksi non tunai melalui QRIS akan membantu mereka lebih mudah menerima pembayaran sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem transaksi yang aman dan transparan,” ujar Ratih dalam kegiatan tersebut.

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Balikpapan mendukung penuh langkah Bank Indonesia dalam memperkuat literasi keuangan masyarakat melalui edukasi perlindungan konsumen serta gerakan Cinta Bangga Paham Rupiah.

Tidak hanya memperkenalkan sistem pembayaran digital, kegiatan itu juga menjadi sarana edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kedaulatan Rupiah, bijak dalam bertransaksi, dan memahami hak sebagai konsumen di era ekonomi digital.

Suasana Taman Bekapai pada malam peluncuran tampak semarak dengan penampilan para pelaku seni lokal yang kini mulai terintegrasi dengan sistem pembayaran digital QRIS. Kehadiran teknologi pembayaran non tunai dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku industri kreatif untuk memperluas pasar dan meningkatkan profesionalisme dalam berkarya.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku UMKM, dan komunitas seni dapat terus diperkuat demi menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Melalui langkah tersebut, Balikpapan dinilai semakin menunjukkan kesiapan sebagai kota penyangga utama Ibu Kota Nusantara yang tidak hanya tumbuh dari sisi infrastruktur, tetapi juga dari penguatan ekonomi digital dan kualitas sumber daya kreatif masyarakatnya.***

Tinggalkan Komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses