Pembangunan SMP Negeri 29 Balikpapan Capai 70 Persen, Ditargetkan Rampung November
BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Wali Kota Balikpapan meninjau pembangunan sekolah SMP 29 Balikpapan di kawasan Perumahan Grand City, Kamis (10/9/2026).
Peninjauan ini untuk memastikan progres pembangunan sekolah sesuai target yang diharapkan. Hingga September 2026, progres pembangunan sekolah tersebut telah mencapai sekitar 70 persen. Capaian itu dinilai lebih cepat dibandingkan target pembangunan pada periode yang sama yang diperkirakan baru mencapai sekitar 40 persen.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, berdasarkan laporan konsultan pengawas, progres pembangunan SMP Negeri 29 telah mencapai 70 persen. Ia berharap pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga sekolah bisa digunakan untuk penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2027.
“Kalau melihat waktunya, seharusnya progresnya baru sekitar 40 persen. Tetapi informasi dari konsultan sudah mencapai 70 persen. Kalau saya lihat, memang sekitar 70 persen,†kata Rahmad didampingi Kepala Dinas Pendidikan Irfan Taufik bersama kontraktor dan pengawas.
Rahmad menargetkan pembangunan sekolah rampung paling lambat November 2026. Dengan begitu, pemerintah memiliki waktu untuk menyiapkan berbagai kebutuhan sebelum sekolah mulai menerima siswa pada 2027.
baca juga :
“Kita berharap paling tidak bulan 11 ini sudah rampung. Jangan sampai melebihi tahun, sehingga penerimaan siswa untuk tahun 2027 sudah bisa dilakukan,” ujarnya.
SMP Negeri 29 dibangun di atas lahan yang diserahkan pengembang Perumahan Grand City kepada Pemerintah Kota Balikpapan sebagai fasilitas umum. Lahan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sarana pendidikan di kawasan permukiman yang terus berkembang.
Berdiri di atas lahan sekitar 5000 meter, selain untuk SMP, kawasan tersebut dirancang sebagai kompleks pendidikan yang juga mencakup pendidikan anak usia dini (PAUD). Fasilitas PAUD direncanakan memiliki enam rombongan belajar, sementara SMP Negeri 29 disiapkan dengan 12 rombongan belajar.
Buka Peluang Diperluas untuk Jenjang SMA
Pemerintah Kota Balikpapan juga membuka peluang pembangunan jenjang pendidikan hingga SMA di kawasan tersebut. Namun, rencana itu masih bergantung pada ketersediaan lahan dan dukungan pemerintah provinsi.
“Kita akan bicara dengan Grand City. Kalau memungkinkan, kita minta tambahan sekitar satu hektare. Kalau diberikan, nanti kita bisa mengusulkan kepada pemerintah provinsi untuk pembangunan SMA, “ kata Rahmad.
Menurut Rahmad, pembangunan sekolah negeri tidak diarahkan untuk mematikan keberadaan sekolah swasta. Pemerintah justru mendorong kolaborasi antara sekolah negeri dan swasta agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan pendidikan.
Saat ini, kata dia, terdapat 15 sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Balikpapan. Dukungan pemerintah antara lain mencakup pembiayaan pendidikan, seperti uang pangkal, SPP, hingga seragam sekolah.
” Kita bukan menyaingi atau mematikan sekolah swasta, tetapi berkolaborasi. Saat ini ada 15 sekolah swasta yang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, “ ujarnya.
Rahmad menegaskan, pemerintah ingin kualitas pendidikan tetap merata, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Tidak ada perbedaan. Yang membedakan hanya S dan N, swasta dan negeri. Mutunya harus sama, ” kata dia.
Pembangunan SMP Negeri 29 menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan memperluas akses pendidikan di tengah pertumbuhan kawasan permukiman. Pemerintah memastikan pembangunan sekolah baru akan disesuaikan dengan kebutuhan penduduk dan perkembangan kawasan.
Tidak Ada Kendala Pembangunan
Kontraktor pembangunan SMP Negeri 29 Balikpapan, Ahmad Hasyim, mengatakan pihaknya berupaya menyelesaikan pekerjaan utama lebih cepat dari target yang ditetapkan Pemerintah Kota Balikpapan.
“Alhamdulillah, sekarang sudah mencapai 70 persen. Target kami akhir bulan ini sudah selesai, “ ujar Akhmad saat mendampingi Wali Kota Balikpapan meninjau SMP 29.
Menurut dia, percepatan pekerjaan dilakukan dengan menambah intensitas pengerjaan, termasuk pada siang hingga malam hari. Langkah tersebut dilakukan agar pekerjaan utama dapat segera dituntaskan sesuai target.
Meski pekerjaan utama ditargetkan selesai pada akhir September, Akhmad memperkirakan seluruh pekerjaan pembangunan sekolah baru benar-benar rampung pada November 2026.
Sisa waktu tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan finishing dan penataan lingkungan sekolah.
” Finishing-nya mungkin selesai keseluruhan bulan 11. Setelah itu sudah tidak ada lagi kegiatan di sana, ” katanya.
Usulkan PPembuatan Turap
Ahmad memastikan sejauh ini pembangunan SMP Negeri 29 Balikpapan tidak menghadapi kendala berarti. Kontraktor masih dapat menjalankan pekerjaan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan.
Selain pekerjaan yang masuk dalam kontrak awal, PT Norma Noor juga mengusulkan pekerjaan tambahan berupa pembangunan turap di bagian belakang sekolah. Pekerjaan tersebut dinilai diperlukan untuk mendukung kondisi lingkungan dan keamanan area sekolah.
“Ke depan mudah-mudahan ada tambahan lagi sekitar 10 persen, karena ada pekerjaan turap di belakang sekolah. Mudah-mudahan disetujui Pemerintah Kota,†kata Ahmad.
Selain turap, kontraktor juga mengusulkan penambahan instalasi pendingin ruangan atau AC. Menurut Akhmad, kebutuhan tersebut belum tercantum dalam gambar pekerjaan awal sehingga perlu diproses melalui mekanisme Contract Change Order (CCO).
“Insyaallah kami akan menambah instalasi AC ke depan, mungkin melalui tambahan CCO. Dari awal gambar memang belum ada,†ujarnya.
Ahmad menambahkan PT Norma Noor sebelumnya telah mengerjakan sejumlah proyek pembangunan fasilitas pendidikan di Balikpapan. Di antaranya pembangunan SMP Negeri 27 di kawasan Gunung Sari dan SMK Negeri 7 di Somber.
“Beberapa sekolah sudah mulai kami kerjakan. SMP 27 Gunung Sari, SMK 7 Somber, dan sekarang SMP 29 di Grand City, ” katanya. *** (Adv Diskominfo Balikpapan)
Penulis :: Samsul/Dani
BACA JUGA

