Mahfud MD /

Pemerintah Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Tragedi Kanjuruhan

BALIKPAPAN, Inibalikpapan.com – Pemerintah membentuk Tim Independen Gabungan Pencari Fakta (TIGPF) terkait tragedi Kanjuruhan Malang yang menwaskan 125 orang.

Tim tersebut dipimpin langsung Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD. Tim akan bekerja dalam kurun waktu dua minggu hingga paling lama satu bulan.

“Tim ini bekerja dalam waktu dua minggu sampai paling lama satu bulan dan hasil investigasi dari tim serta rekomendasinya disampaikan kepada Presiden,” kata Mahfud dalam konferensi pers, Senin (3/10/2022

Nama-nama anggota TIGPF tersebut telah diteruskan ke Presiden Joko Widodo. Hasil kerja TGIPF akan disampaikan ke Presiden Jokowi untuk penilaian-penilaian kebijakan olahraga nasional, khususnya sepak bola, secara menyeluruh.

Sejumlah nama masuk dalam TIGPF tersebut, mulai dari mantan Wakil Ketua KPK, pelatih dan mantan pemain timnas, jurnalis, mantan pengurus PSSI, mantan pengurus KONI hingga akademi.

“Kalau misalnya permainan itu karena uang dan itu menyangkut jabatan bisa saja nanti diserahkan ke KPK juga, bisa, itu nanti kita lihat saja,” ucapnya.

Berikut daftar anggota TGIPF yang dipimpin Mahfud MD:

Ketua: Menkopolhukam Mahfud MD
Wakil Ketua: Menpora Zainuddin Amali
Sekretaris: Mantan Jampidum/mantan Dep III Kemenkopolhukam Nur Rochmad

Anggota:

  1. Rhenald Kasali (akademisi/UI)
    2. Sumaryanto (rektor UNY)
    3. Akmal Marhali (pengamat olahraga/Koordinator Save Our Soccer)
    4. Anton Sanjoyo (jurnalis olahraga)
    5. Nugroho Setiawan (mantan pengurus PSSI dengan lisensi FIFA)
    6. Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (mantan kepala BNPB)
    7. Mayjen TNI (Purn) Suwarno (wakil ketua umum 1 KONI)
    8. Irjen Pol (Purn) Sri Handayani (mantan Wakapolda Kalimantan Barat)
    9. Laode M Syarif (kemitraan)
    10. Kurniawan Dwi Yulianto (mantan tim nasional sepak bola)

Suara.com

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.