Pemkot Balikpapan Dorong Pengawasan Anak Diperkuat dari Lingkungan
BALIKPAPAN,Inibalikpapan.com – Pemerintah Kota Balikpapan mendorong penguatan pengawasan terhadap anak dan generasi muda melalui lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat hingga keagamaan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menghadapi berbagai pengaruh yang masuk ke kehidupan anak, termasuk melalui lingkungan sosial dan informasi.
Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo mengatakan, pemerintah akan membahas pola pengawasan tersebut bersama Wali Kota Balikpapan dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Menurutnya, pendekatan yang dilakukan tidak hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat di tingkat lingkungan juga dinilai diperlukan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada generasi muda.
“Mungkin kita nanti akan mencoba untuk rapat, kita coba dengan wali kota untuk bisa rapat dengan Forkopimda. Bagaimana memonitor, bagaimana harus turun ke lingkungan atau turun ke masyarakat untuk menahan atau mengurangi pengaruh-pengaruh negatif terkait LGBT,” kata Bagus, Minggu (4/10/2026).
Bagus mengatakan, lingkungan keagamaan dapat menjadi salah satu ruang untuk menyampaikan pesan preventif kepada generasi muda. Pengurus masjid, ustaz, dan pemuka agama diharapkan turut memberikan edukasi melalui kegiatan yang rutin dilakukan masyarakat.
Salah satunya melalui khotbah Jumat dan kegiatan taklim di masjid. Pesan yang disampaikan diharapkan dapat membantu anak dan remaja memahami berbagai informasi serta pengaruh yang mereka temui.
“Kita juga minta dari agama, unsur masjid, lingkungan masjid. Para ustaz pada saat memberikan khotbah Jumat, kemudian juga taklim di setiap masjid bisa memberikan preventif penjagaan informasi yang menguatkan kita untuk bisa menolak bentuk-bentuk pengaruh yang negatif terhadap anak muda atau generasi muda kita,” ujarnya.
Selain lingkungan keagamaan, Bagus menilai keluarga dan sekolah juga memiliki posisi penting dalam membentuk perilaku serta karakter anak. Pengawasan, menurut dia, perlu dilakukan sejak lingkungan terdekat agar persoalan yang menyangkut anak dapat diketahui lebih awal.
Ia juga menyinggung sejumlah kasus yang melibatkan guru di Balikpapan. Kondisi tersebut disebut menjadi perhatian pemerintah karena lingkungan pendidikan seharusnya menjadi salah satu ruang yang memberikan perlindungan dan pembentukan karakter bagi peserta didik.
“Untuk guru sendiri kan ini sudah bergeser moral. Beberapa kasus di Balikpapan, ada kasus di Balikpapan yang guru ini melakukan,” katanya.
Bagus menegaskan, upaya menjaga generasi muda membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat dan tokoh agama dinilai perlu mengambil peran masing-masing dalam memberikan pendampingan sekaligus membangun lingkungan yang aman bagi anak.
Rencana koordinasi bersama Forkopimda nantinya diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memperkuat pemantauan di tingkat masyarakat.
Dengan pendekatan tersebut, pengawasan terhadap anak tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi juga melalui edukasi dan pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan tempat anak tumbuh.***
Penulis : Dani
Editor : Ramadani
BACA JUGA
